Warga Washington Anggap Pemilu Sela AS sebagai Referendum atas Trump, Demokrat Berpeluang Rebut Kendali Kongres

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Warga Washington DC menilai pemilu sela Amerika Serikat pada Selasa, 3 November 2026, sebagai referendum terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump, di tengah persaingan Partai Republik dan Partai Demokrat untuk menguasai Kongres.

Sejumlah pemilih berharap Partai Demokrat dapat merebut kembali mayoritas di Kongres guna memperkuat pengawasan terhadap kebijakan pemerintahan Trump.

Namun, sebagian warga lainnya tetap mendukung Trump, terutama terkait kebijakan pengetatan imigrasi dan penanganan imigran ilegal.

Pemilu sela tersebut memperebutkan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 35 dari 100 kursi Senat, serta 36 jabatan gubernur.

Hasil pemungutan suara akan menentukan komposisi kekuatan politik di Kongres selama paruh kedua masa jabatan Trump.

Warga Washington Berharap Kongres Batasi Kekuasaan Trump

Dalam wawancara dengan Anadolu, warga Washington DC bernama George Olson mengatakan pembatasan kekuasaan Presiden Trump menjadi salah satu pertimbangan utamanya dalam pemilu sela.

Olson berharap Kongres dapat menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengeluaran pemerintah federal dan tidak sekadar menyetujui kebijakan presiden.

"Harapan utama saya adalah kita dapat mengubah komposisi Kongres dan Senat, karena saya pikir rakyat Amerika sudah lelah dengan Donald Trump," kata Olson.

Pandangan serupa disampaikan Susan Sarfati, warga berusia 85 tahun, yang menilai Amerika Serikat sedang menghadapi berbagai persoalan mendesak.

Menurut Sarfati, pemerintahan yang peduli terhadap masyarakat, menjunjung integritas, dan menghormati kontribusi imigran menjadi prioritas penting.

"Saya tahu ekonomi penting bagi banyak orang. Harga bahan bakar dan makanan juga sangat penting, tetapi hal yang saya sampaikan sebelumnya lebih penting," ujarnya.

Sarfati memperkirakan Partai Demokrat akan memperoleh hasil positif dalam pemilihan anggota DPR, Senat, dan gubernur.

Pendukung Trump Soroti Kebijakan Imigrasi

Tidak semua warga Washington DC menginginkan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela.

Dorothey, warga berusia 67 tahun yang tidak menyebutkan nama belakangnya, mengatakan kebijakan imigrasi menjadi alasan utama dirinya mendukung Trump.

Ia menilai pemerintahan Trump perlu melanjutkan upaya penanganan imigran ilegal yang dianggap melakukan tindak kejahatan.

"Masalahnya bukan orang-orang yang baik di sini, melainkan mereka yang berbuat buruk," katanya.

Dorothey mengkhawatirkan kemenangan Partai Demokrat akan menghambat kebijakan Trump dalam mendeportasi imigran ilegal.

"Selain itu, saya akan memilih Demokrat. Namun, mereka semua mendukung imigran. Saya memilih Trump agar mereka dikeluarkan dari sini karena saya sudah melihat banyak tindak kejahatan yang dilakukan imigran di berbagai toko," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan Dorothey mengenai isu imigrasi yang menjadi pertimbangan politiknya.

Pemilu Sela Dinilai Jadi Penentu Arah Pemerintahan Trump

Warga lainnya, Jeffrey Manzer, 66 tahun, secara langsung menyebut pemilu sela sebagai referendum terhadap pemerintahan Trump.

Menurut Manzer, pemilih memiliki kesempatan untuk menentukan apakah kebijakan pemerintah federal perlu mendapat pengawasan dan pembatasan lebih kuat.

Ia juga menyoroti keterbatasan hak politik warga Washington DC dalam sistem perwakilan Kongres Amerika Serikat.

Wilayah Washington DC tidak memiliki senator dan hanya mengirimkan seorang delegasi ke DPR yang tidak mempunyai hak suara dalam pengesahan akhir undang-undang.

"Warga Washington DC tidak memiliki perwakilan terpilih di Kongres yang dapat memberikan suara. Karena itu, kami mengandalkan warga di seluruh negeri untuk membela hak mereka sendiri maupun hak penduduk distrik ini," katanya.

Manzer menilai warga di berbagai negara bagian memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi dan kebijakan nasional.

"Kita perlu membela demokrasi di tingkat nasional dan di distrik ini, serta menghentikan penjarahan yang telah berlangsung di ibu kota negara kita," ujarnya.

Demokrat Butuh Tambahan Kursi untuk Kuasai Kongres

Partai Republik saat ini menguasai DPR dan Senat Amerika Serikat dengan mayoritas tipis.

Dalam pemilu sela 2026, Partai Demokrat membutuhkan tambahan bersih tiga kursi di DPR untuk mengambil alih mayoritas.

Sementara itu, Demokrat memerlukan tambahan bersih empat kursi di Senat untuk merebut kendali dari Partai Republik.

Persaingan tersebut menjadi penting karena komposisi Kongres akan memengaruhi proses legislasi, pengawasan pemerintah, dan pembahasan anggaran federal.

Pemilu sela juga mencakup pemilihan 36 gubernur yang akan menentukan kepemimpinan di sejumlah negara bagian.

Bagi warga Washington DC, hasil pemilu di berbagai negara bagian memiliki arti khusus karena distrik tersebut tidak memiliki senator maupun anggota DPR dengan hak suara penuh.

Hasil akhir pemilu sela akan menentukan apakah Partai Republik dapat mempertahankan kendali atas Kongres atau Partai Demokrat berhasil mengambil alih salah satu maupun kedua kamar legislatif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran dalam 10 Menit! Timur Tengah Terancam Perang Baru?
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Kacamata AI Ray-Ban dan Oakley Meta Meluncur di Indonesia, Mulai Rp 8,7 Juta Bisa Apa Saja?
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Kades di Batanghari Korupsi Dana Desa Rp542 Juta, Uang Dipakai Judi Online
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Terungkap! 5 Teknologi Penyadapan Canggih, Ada Pegasus hingga LIMS
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
5 Berita Terpopuler: Geger Penangkapan Jenderal, Nomor Telepon Prabowo hingga Teddy Disadap, 264 Perwira Tinggi Dirotasi
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.