jpnn.com, JAKARTA - Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyambut baik dukungan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) terhadap pengusulan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional.
Dukungan tersebut melengkapi proses yang sebelumnya dibahas bersama kalangan pers dan Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar dalam Perlinsos Digital
“Kementerian Sosial menyambut baik semua usulan-usulan dari masyarakat untuk kemudian dikaji oleh tim yang dibentuk khusus untuk itu,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers seusai menerima audiensi jajaran IJTI bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurut dia, setiap usulan perlu melalui pendalaman dan penelitian terhadap peran serta jasa tokoh yang diajukan.
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Memadukan Pendidikan dan Pemberdayaan
Apabila memenuhi persyaratan, usulan tersebut akan diteruskan kepada Dewan Gelar untuk proses selanjutnya.
Khusus pengusulan wartawan Udin, Gus Ipul menjelaskan masih ada sejumlah kelengkapan yang perlu dipenuhi.
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Beri 3 Arahan Menjelang Akhir Tahun
Oleh karena itu, diperlukan waktu untuk melengkapi bahan pengusulan sebelum berlanjut ke tahapan berikutnya.
“Pak Wamen sudah berproses. Ini ada penguatan dari teman-teman IJTI. Nah kita lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.
Sekretaris Jenderal IJTI Wahyu Triyogo menyampaikan usulan tersebut berangkat dari pandangan IJTI terhadap Udin sebagai simbol perjuangan jurnalis.
Keberaniannya dalam menjalankan kerja jurnalistik dinilai menjadi pengingat akan tanggung jawab pers untuk menyampaikan informasi yang benar di tengah berbagai risiko.
“Karena bagi kita Udin adalah simbol perjuangan dan perlawanan,” ujar Cak WT, panggilan akrabnya.
Dia berharap pengusulan gelar tersebut dapat memberikan semangat bagi para jurnalis sekaligus menjaga perhatian terhadap penyelesaian kasus Udin yang, menurutnya, hingga kini belum terungkap.
Perwakilan IJTI Rachmat Hidayat menambahkan, pengusulan tersebut juga menjadi refleksi atas tantangan yang masih dihadapi jurnalis saat ini.
Dia menekankan pentingnya menghasilkan karya jurnalistik berdasarkan fakta di tengah berbagai kendala dan tekanan dalam menjalankan profesi.
Sementara itu, Wamensos Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa pembahasan pengusulan Udin telah berjalan di Yogyakarta.
Dia menyebut pertemuannya dengan kalangan PWI di Yogyakarta pada 24 Oktober, serta seminar di Pendopo Kabupaten Bantul pada 29 Oktober lalu bersama Bupati Bantul.
“Jadi, bagus sekali kalau kemudian dari berbagai macam pihak berkolaborasi untuk mengusulkan Udin sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.
Agus Jabo menilai Udin merupakan salah satu simbol perjuangan kebebasan pers. Ia berharap organisasi pers dan berbagai unsur masyarakat dapat saling bersinergi untuk memperkuat pengusulan tersebut dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Dia menjelaskan, pengusulan dari masyarakat harus melalui proses di tingkat daerah dan pengkajian oleh tim terkait sebelum diteruskan kepada Kementerian Sosial.
Hasil kajian selanjutnya menjadi dasar untuk meneruskan usulan kepada Dewan Gelar, sementara keputusan pemberian gelar merupakan kewenangan Presiden.
Turut mendampingi dalam audiensi tersebut ada Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih serta Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mensos Gus Ipul Ajak Ratusan SRT Ikrar Anti-Perundungan
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




