Gresik (beritajatim.com)- Keberlangsungan industri pupuk nasional tidak hanya bertumpu pada kapasitas produksi dan distribusi. Komunikasi lintas lembaga juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas industri strategis yang menopang kebutuhan pangan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian PT Petrokimia Gresik saat menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Timur, Brigjen TNI Murbianto Adhi Wibowo, di Gresik.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyebut hubungan yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan. Terlebih, industri pupuk memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Daconi menambahkan, perusahaan tidak hanya dituntut menjaga kesiapan fasilitas produksi dan keandalan operasional, tetapi juga membangun komunikasi kelembagaan yang baik di tengah perkembangan tantangan industri.
“Kami menyambut baik kunjungan dan silaturahmi ini sebagai momentum memperkuat komunikasi serta membangun hubungan kelembagaan yang semakin erat,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Daconi menuturkan, tanggungjawab perusahaan tidak berhenti pada kegiatan produksi. Petrokimia Gresik juga berupaya memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi petani, masyarakat, hingga perekonomian nasional.
“Kami terus menjaga keandalan operasional sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar perusahaan dapat memberikan manfaat optimal bagi petani, masyarakat, dan negara,” tuturnya.
Sementara itu, Kabinda Jatim Brigjen TNI Murbianto Adhi Wibowo mengatakan, industri pupuk merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.
“Stabilitas sektor industri ini bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi keberlangsungan industri strategis.
“Melalui komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik, berbagai tantangan maupun potensi kerawanan dapat diantisipasi lebih dini.
Harapannya, aktivitas industri tetap berjalan kondusif sehingga ketersediaan pupuk bagi petani terjaga dan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal,” imbuhnya. [dny/aje]




