Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Hal itu disampaikannya menyusul kabar adanya penebalan personel TNI dalam jumlah besar di Jakarta.
Ia menilai, penebalan personel tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasional.
“Sebagai institusi pertahanan negara, TNI memiliki tanggung jawab untuk senantiasa siap menghadapi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional,” kata Dave saat dikonfirmasi, Rabu (4/11).
Dave mengatakan, setiap pengerahan personel TNI tentu dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan.
Ia pun meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai alasan di balik penebalan personel tersebut.
“Setiap langkah pengerahan personel tentu didasarkan pada pertimbangan kebutuhan tugas, kondisi di lapangan, serta koordinasi dengan lembaga terkait. Karena itu, kita perlu melihat kebijakan tersebut secara proporsional dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan yang utuh dari pihak terkait,” ujarnya.
Dave menegaskan, Komisi I DPR menghargai profesionalisme TNI dalam menjalankan tugasnya. Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap langkah pengamanan tetap dilakukan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Komisi I DPR RI menghargai profesionalisme TNI dalam menjalankan tugasnya. Yang terpenting, setiap langkah pengamanan tetap dilaksanakan secara terukur, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan stabilitas nasional,” tutur dia.
Dave pun mengimbau masyarakat agar tidak merasa khawatir dengan adanya penebalan personel TNI di Jakarta. Ia meminta masyarakat tetap menjalankan kegiatan sehari-hari seperti biasa.
“Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Keberadaan TNI sebagai institusi pertahanan negara merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan bangsa,” kata dia.
Sebelumnya, TNI buka suara soal kabar adanya pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke DKI Jakarta, Selasa (3/11). Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan personel dalam jumlah besar dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga kesatuan Republik Indonesia.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas dikutip dari ANTARA, Rabu (4/11).
Meski begitu Nas tidak menjelaskan secara detail maksud dari pengerahan pasukan itu. Dia juga tidak menjelaskan secara rinci berapa personel yang dikerahkan ke Jakarta.
Sebelumnya beredar kabar bahwa personel dari tiga matra TNI dalam jumlah besar dikerahkan ke Jakarta. Salah satu matra TNI yang mengerahkan pasukan adalah TNI AL.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul telah dicoba untuk mengkonfirmasi kabar tersebut oleh ANTARA. Namun, Tunggul belum memberikan jawaban.





