EtIndonesia.com Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini menerbitkan dokumen terbaru terkait Sidang Pleno Kelima. Isinya mencakup pemberantasan korupsi yang menargetkan orang-orang di sekitar para pejabat tinggi, peningkatan pemeriksaan terhadap harta kekayaan keluarga yang tidak wajar, dan berbagai ketentuan lainnya.
Para pakar berpendapat bahwa pemimpin PKT, Xi Jinping, sedang berusaha membenarkan pembersihan besar-besaran yang dilakukannya. Sementara itu, kemungkinan rezim PKT mengalami keruntuhan secara tiba-tiba semakin besar.
Dokumen Keputusan terkait Sidang Pleno Kelima tersebut mengharuskan pengawasan yang lebih ketat terhadap para pejabat tinggi dan anggota keluarga mereka. Sasaran utama penindakan meliputi pejabat tertinggi atau “orang nomor satu” (yibashou), kader muda, serta praktik korupsi yang melibatkan keluarga pejabat tinggi.
Dokumen itu juga menginstruksikan pemeriksaan terhadap harta kekayaan keluarga dan pengeluaran yang secara nyata melampaui pendapatan normal. Selain itu, dokumen tersebut membahas secara panjang lebar penguatan karakter kepartaian dan kembali menegaskan perlunya menyingkirkan “orang bermuka dua” di dalam partai.
Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini menerbitkan dokumen terbaru terkait Sidang Pleno Kelima (tangkapan layar)Menurut analisis, menipisnya keuangan PKT telah menjadi ancaman bagi kelangsungan kekuasaannya. Karena itu, pihak berwenang sedang menggunakan berbagai cara untuk menarik kembali dana.
Apa yang disebut sebagai penegakan disiplin partai secara ketat dan pemberantasan korupsi oleh PKT sebenarnya merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Pemberantasan korupsi telah menjadi salah satu alat utama dalam perebutan kekuasaan di internal partai.
Kelompok yang menentang Xi bahkan memanfaatkan cara yang sama untuk secara tidak langsung melemahkan kewibawaan dan kekuasaan Xi, sekaligus menyingkirkan orang-orang dari kelompok loyalis Xi.
“Kita melihat bahwa Xi Jinping sebenarnya berhasil memusatkan kekuasaan yang sangat besar melalui pemberantasan korupsi yang selektif. Namun, pemberantasan korupsi secara selektif yang dilakukan Xi ini telah menjadi ancaman bagi seluruh keluarga elite berkuasa Partai Komunis,” kata komentator isu terkini Tang Jingyuan.
Karena itu, sekarang para elite merah yang menentang Xi juga menggunakan metode pemberantasan korupsi untuk balik menyerang Xi Jinping. Inilah sebabnya dalam dua tahun terakhir, hampir semua pejabat yang dijatuhkan dan diselidiki berasal dari kelompok loyalis Xi.”
Dokumen kali ini juga menyinggung pemberantasan korupsi dan pengangkatan pejabat. Isinya tampak berupaya membenarkan pembersihan besar-besaran di dalam partai yang telah berlangsung selama ini.
Selain itu, dokumen tersebut secara tidak biasa menyinggung apa yang disebut sebagai demokrasi internal partai. Dokumen itu mengharuskan organisasi partai di semua tingkatan untuk tidak membiarkan “orang nomor satu” membangun kewibawaan pribadi secara berlebihan.
Menurut analisis, ketentuan ini mencerminkan upaya pihak berwenang untuk memperkuat pengawasan terhadap pejabat daerah. Namun, hal tersebut juga mungkin mencerminkan ketidakpuasan di dalam partai terhadap pemusatan kekuasaan pribadi Xi.
Komentator isu terkini Li Linyi mengatakan: “Pada dasarnya, hal ini mengungkapkan bahwa ke depannya PKT mungkin akan meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah pejabat nomor satu, misalnya pejabat tertinggi di daerah maupun pejabat setingkat provinsi dan kementerian. Selain itu, melalui peraturan internal partai, ketentuan-ketentuan tersebut akan dilembagakan dan ditetapkan secara resmi.”
Ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa penekanan dokumen terhadap demokrasi internal partai dan penolakan terhadap kewibawaan pribadi kemungkinan besar menunjukkan bahwa posisi Xi Jinping sebagai pemimpin di dalam partai secara substantif telah berakhir.
Secara keseluruhan, Xi terus memperkuat pemusatan kekuasaan pribadi dan pengendalian politik. Namun, pertentangan internal partai serta tekanan sosial justru semakin memperparah krisis kekuasaan PKT.
Laporan dan wawancara: Chen Yue dan Chang Chun, New Tang Dynasty Television.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390127/original/030084700_1793783737-IMG-20261104-WA0051.jpg)


