Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama personel Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) melakukan penyelaman di sekitar bangkai kapal perang USS Houston di Perairan Selat Sunda, Cilegon, Banten, Rabu (4/11).
Hal tersebut merupakan bagian dari gladi bersih pemasangan platform dan peletakan karangan bunga di lokasi kapal yang karam dalam Pertempuran Selat Sunda saat Perang Dunia II pada 1942.
Kegiatan penyelaman sejarah ini melibatkan sejumlah unsur TNI AL, yakni Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal), Komando Pasukan Katak (Kopaska), Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air, serta Pangkalan TNI AL Banten, serta empat penyelam dari US Navy turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi Indonesia dan Amerika Serikat ini merupakan bagian dari program perlindungan situs bangkai kapal USS Houston yang didukung dana hibah sebesar 227.000 dolar AS dari Ambassadors Fund for Cultural Preservation. Program tersebut mencakup pengawasan berbasis masyarakat, pencegahan pengambilan material kapal secara ilegal, serta perlindungan situs dari praktik penangkapan ikan yang merusak.





