Jakarta: Realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau tumbuh 19 persen secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan tersebut didukung oleh belanja pemerintah pusat yang tumbuh signifikan serta pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kinerja belanja negara semakin produktif seiring dengan optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melindungi masyarakat, mendorong pertumbuhan, serta menjaga stabilitas.
"Dari sisi belanja, kinerja belanja negara semakin produktif dengan realisasi mencapai Rp2.660,5 triliun atau tumbuh sebesar 19 persen year on year. Realisasi belanja dipengaruhi antara lain oleh MBG, penyaluran bansos reguler PBI JKN, Kartu Sembako, PKH, dan KIP Kuliah, pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan, layanan pendidikan, pembayaran manfaat pensiun, subsidi, serta kompensasi BBM dan listrik," ujar Suahasil dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2026 di Jakarta, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 4 November 2026.
Selain itu, Suahasil merinci realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp2.061,3 triliun atau tumbuh 29,6 persen yoy. Sementara itu, Transfer ke Daerah tercatat sebesar Rp599,2 triliun atau mengalami kontraksi 7,1 persen yoy.
Belanja negara juga digunakan untuk MBG. Foto: dok MI.
Baca Juga :
Menkeu Suahasil: Presiden Prabowo Minta Efisiensi Belanja NegaraSuahasil menegaskan APBN tetap dioptimalkan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan BBM serta pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian subsidi dan kompensasi dengan realisasi masing-masing mencapai Rp222,5 triliun dan Rp154,5 triliun.
Selain menjaga daya beli, pemerintah juga menggunakan APBN untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan melalui berbagai program bantuan sosial. Realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat sebesar Rp21,8 triliun, Kartu Sembako Rp28,2 triliun, serta Program Indonesia Pintar (PIP) mencapai Rp11,1 triliun.
"Untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan APBN hadir melalui berbagai program bantuan sosial seperti PKH, Kartu Sembako dan PIP, dengan realisasi masing-masing mencapai Rp21,8 triliun, Rp28,2 triliun, dan Rp11,1 triliun," ujar Suahasil.
Di sisi pembangunan, APBN diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Suahasil menyebut realisasi anggaran program tersebut telah mencapai Rp153,2 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 57 juta orang.
Pemerintah juga memberikan berbagai paket stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi. Stimulus tersebut meliputi insentif perpajakan untuk penulis nasional, insentif PPN DTP perumahan, bantuan pangan, diskon transportasi pada periode libur sekolah, serta program magang dan vokasi. (Tiaranissa Juliansyah)




