Rupiah Kembali Ditutup Turun ke Rp18.168/USD Sore Ini

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar rupiah masih tidak berdaya terhadap dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2026. Rupiah kembali berjarak terhadap USD pada level Rp18 ribuan.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah bergerak turun delapan poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.168 per USD, dibandingkan penutupan sore kemarin pada level Rp18.160 per USD.

Jika dilihat dari data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, mata uang Garuda justru melanjutkan tren penguatan terhadap USD. Rupiah menguat pada level Rp18.140 per USD dibandingkan pada penutupan sebelumnya sebesar RpRp18.148 per USD.

Sementara data Yahoo Finance mencatat gerak rupiah menurun tujuh poin atau setara 0,04 persen. Rupiah ditutup pada level Rp18.155 per USD pada sore ini.
 

Baca Juga :

BI Perkuat Bauran Kebijakan demi Jaga Stabilitas Rupiah


Wait and see situasi terkini

Menurut riset dari Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, pergerakan rupiah dipengaruhi arah kebijakan ekonomi pemerintah dan suasana politik Tanah Air.

Dari sisi kebijakan ekonomi, proyeksi Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 hanya berada di kisaran 5,4 persen hingga 5,5 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,6 persen hingga enam persen, menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan proyeksi ini mencerminkan adanya tantangan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Kondisi tersebut berpotensi membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk saham dan rupiah. Pasar akan mencermati apakah perlambatan ekonomi hanya bersifat sementara atau mulai menunjukkan pelemahan daya beli, konsumsi masyarakat, dan investasi.



(Ilustrasi. Foto: dok MI)




"Jika pertumbuhan terus melambat, tekanan terhadap sentimen pasar dan kepercayaan investor dapat meningkat," kata Ibrahim, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2026.

Sementara dari situasi politik, kasus dari tiga perwira tinggi Polri yang tersandung dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi meningkatkan ketidakpastian politik. Hal ini akan membuat investor lebih berhati-hati.

"Pasar akan mencermati stabilitas pemerintahan, soliditas institusi keamanan, serta kepastian penegakan hukum. Jika persoalan ini berkembang dan mengganggu kepercayaan terhadap pemerintahan, risiko keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia dapat meningkat," tutur Ibrahim.

Ibrahim memprediksi mata uang Garuda bergerak fluktuatif namun ditutup melemah untuk perdagangan Kamis, 5 November 2026. Rupiah diprediksi ditutup melemah pada rentang Rp18.160 per USD hingga Rp18.210 per USD.
 
"Sedangkan perdagangan dalam minggu ini pada rentang Rp18 ribu hingga Rp18.320 per USD," ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyadapan Ilegal
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
George Russell Akui Musim F1 Paling Buruk Usai Kimi Antonelli Juara Dunia
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Asset Management Kantongi 82,1 Miliar Saham GMF AeroAsia
• 15 menit lalukumparan.com
thumb
Mahfud MD Bongkar Informasi A1 Dugaan Makar di Balik Penyadapan LSP: Kejahatan Ini Sangat Biadab!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Listyo Sigit Tersangka Penyadapan, Kapolri Suyudi Diminta Bersihkan Kelompok Ini
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.