Eka Widodo PKB: Kalangan Gen Z Nilai Gibran Tak Layak Jadi Wapres

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PKB Eka Widodo alias Edo mengungkapkan kekecewaan kalangan Generasi Z (Gen Z) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mereka meminta Gibran dimakzulkan, karena sudah tidak layak menjadi wapres.

BACA JUGA: Respons Putusan MA Terkait Suket Gibran, Hinca Demokrat: Ini Soal Serius

Kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah anak muda saat Edo melakukan kegiatan reses di daerah pemilihannya, Jawa Tengah IX.

Edo mengaku dirinya sempat digeruduk anak-anak muda yang ingin menyampaikan aspirasi dan kegelisahan mereka terkait persoalan hukum Gibran.

BACA JUGA: Subhan Palal Penggugat Ijazah Gibran Sosok Istimewa, Ini Profil dan Latar Belakang Pendidikannya

Menurut Edo, salah satu persoalan yang paling disorot Gen Z adalah anggapan bahwa perjalanan Gibran menjadi wakil presiden telah merusak citra anak muda dalam dunia politik.

Mereka merasa proses tersebut melukai harapan generasi muda yang ingin memiliki kesempatan sama untuk menjadi pemimpin bangsa.

BACA JUGA: Penggugat Suket Ijazah Gibran akan Perkarakan Prabowo Jika Tak Segera Ada Wapres Baru

"Ketika saya reses di Dapil Jawa Tengah IX, saya dikerumuni anak-anak Gen Z. Mereka menyampaikan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap kasus Gibran. Mereka merasa konstitusi telah dirusak dan hati anak-anak muda terluka. Ini murni suara anak-anak Gen Z yang disampaikan kepada saya ketika reses," ujar Edo.

Edo menuturkan sebagian anak muda menilai Gibran bisa menduduki jabatan wakil presiden karena statusnya sebagai putra Presiden Joko Widodo saat itu.

Mereka mempersoalkan proses perubahan ketentuan usia calon presiden dan wakil presiden melalui Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan bagi pencalonan Gibran.

Kondisi tersebut, lanjut Edo, memunculkan persepsi di kalangan Gen Z bahwa kesempatan menjadi pemimpin hanya terbuka bagi anak pejabat atau mereka yang memiliki akses kekuasaan.

Sementara anak-anak dari keluarga biasa merasa semakin sulit mewujudkan cita-cita menjadi pemimpin.

"Ini yang sangat menyedihkan. Anak-anak muda merasa seolah-olah untuk menjadi pemimpin harus menjadi anak presiden atau anak pejabat. Kalau bukan anak pejabat, mereka merasa tidak punya kesempatan. Padahal, demokrasi seharusnya memberikan ruang yang sama bagi setiap warga negara," tegasnya.

Selain persoalan konstitusi, Edo mengatakan Gen Z juga menyampaikan kekecewaan terhadap janji penciptaan 19 juta lapangan kerja.

Faktanya, kata dia, pengangguran semakin banyak.

Menurut data BPS 2026, ada 67 persen Gen Z sekarang sedang menganggur. Gen Z merasa ditipu atau di-prank oleh Gibran.

Edo menambahkan dalam pertemuan tersebut, sejumlah anak muda bahkan menyampaikan tuntutan agar Gibran dimakzulkan dari jabatan wakil presiden.

Aspirasi itu, kata dia, merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap berbagai persoalan yang berkembang.

"Anak-anak Gen Z menyampaikan bahwa mereka ingin Gibran dimakzulkan. Mereka merasa kecewa karena harapan terhadap kepemimpinan anak muda justru tercoreng oleh persoalan ini," ungkapnya.

Edo menyebut setidaknya terdapat tiga persoalan hukum dan konstitusional yang menjadi dasar kritiknya terhadap Gibran.

Pertama, polemik Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah ketentuan persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan tersebut menjadi pintu bagi Gibran untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Kedua, dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan ijazah Gibran alias Gibran tidak memiliki ijazah setingkat SMA.

Ketiga, putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan Gibran tidak sah dan batal demi hukum.

Menurut Edo, putusan tersebut harus menjadi perhatian serius dalam mengevaluasi persoalan administrasi pencalonan wakil presiden.

Atas berbagai persoalan tersebut, Edo meminta agar aspirasi masyarakat, khususnya Gen Z, tidak diabaikan. Ia juga mendorong agar pemakzulan Gibran segera dilakukan.(fri/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Listyo Ditahan dan Dijadikan Tersangka Penyadapan Prabowo, Sempat Dilepas saat Subuh!
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Korea Open 2026: Thalita Menang Dramatis untuk Lolos ke Babak Kedua
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Bantul Bakal Terima 400 Becak Listrik Bantuan Presiden November 2026, Penarik Becak Lansia Jadi Prioritas
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Ponsel Pribadi Presiden Prabowo Disadap, Yusril: Pemerintah Akan Lakukan Evaluasi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pilihan Kuliner Favorit Lokal di Hawker Centre Singapura, Ada Apa Saja?
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.