Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono merespons serius dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sugiono mengatakan, partainya akan menggelar konsolidasi menyikapi kasus ini.
Sugiono mengatakan, dirinya akan membuka komunikasi dengan sejumlah kolega dari partai politik lain terkait persoalan tersebut.
"Saya juga akan melakukan konsolidasi sesama rekan-rekan, ya kan? Bahwa ini adalah kepala negara, Presiden yang berasal dari partai kami," kata Sugiono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Sugiono yang juga menjabat Menko PMK ini membuka kans mengumpulkan para elite politik dari berbagai partai berkumpul untuk menyampaikan sikap bersama terkait dugaan penyadapan tersebut.
"Ya, bisa jadi. Bisa jadi. Saya kira pada waktunya itu akan dilakukan," kata Sugiono.
Sebelumnya berdasarkan hasil penyidikan sementara Bareskrim, dugaan penyadapan terjadi dalam kurun waktu 2025 hingga 2026. Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa surat permohonan dari penyidik maupun lampiran laporan polisi (LP).
Nomor-nomor telepon tersebut kemudian disadap tanpa berkaitan dengan proses penegakan hukum, baik penyelidikan maupun penyidikan.
Polisi juga mengungkap adanya dugaan penghapusan data hasil penyadapan pada Oktober 2026. Penghapusan tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak aktivitas penyadapan dalam sistem LIMS.
Atas dugaan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 258 dan Pasal 332 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).





