Oposisi Israel Desak Netanyahu Mundur usai Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Sejumlah pemimpin oposisi Israel mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mundur setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS). 

Mereka memperingatkan kepemimpinan Netanyahu dapat merusak posisi internasional Israel dan hubungannya dengan sekutu terdekatnya, AS.

Pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan, mengatakan hasil pemilu tersebut menunjukkan betapa tidak disukainya Netanyahu, baik di kalangan Partai Demokrat maupun Partai Republik.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Rabu, 4 November 2026, Golan memperingatkan bahwa pemerintahan Netanyahu bersama Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dapat membawa Israel menghadapi sanksi dan isolasi internasional, serta konflik dengan AS.

Ia mengatakan Israel membutuhkan pemerintahan yang mampu memulihkan posisi internasional negara itu, mengupayakan pengaturan politik dan strategis jangka panjang, serta menjamin keamanan.

Golan menggambarkan pilihan yang dihadapi Israel sebagai dua arah berbeda, yakni “Super Sparta” ala Netanyahu yang menurutnya akan membuat Israel diboikot, tertinggal, dan terisolasi, atau Israel yang kuat, maju, bebas, dan aman.

“Netanyahu kalah dalam pemilu. Dia berbahaya bagi Israel. Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan. Kita harus segera membentuk pemerintahan perubahan,” kata Golan, dikutip dari Anadolu.

Sementara itu, anggota parlemen Israel Gilad Kariv juga menyerukan agar Netanyahu meninggalkan jabatannya. Dalam sebuah pernyataan, Kariv mengatakan Netanyahu telah “menghancurkan hubungan dengan Partai Demokrat dan separuh Partai Republik.”

“Iaa tidak boleh terus memimpin Negara Israel,” ujar Kariv. Ia juga menolak seruan pembentukan pemerintahan persatuan nasional yang dipimpin Netanyahu.

Pernyataan para pemimpin oposisi tersebut muncul setelah Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres AS dalam pemilu sela. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik.

Trump selama ini mendukung Netanyahu, yang masa depan politiknya menjadi sorotan di tengah upaya pembentukan pemerintahan Israel berikutnya.

Dalam komposisi parlemen Israel atau Knesset yang memiliki 120 kursi, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi. Sementara itu, partai-partai oposisi Yahudi meraih 48 kursi dan partai-partai Arab memperoleh 19 kursi.

Baca juga: Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS Cetak Sejumlah Sejarah Baru


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jabar dan Sumut Perkuat Kerja Sama Strategis, Fokus Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital Pemerintahan
• 29 menit lalupantau.com
thumb
Ada 25 Juta Orang di Indonesia Belum Punya Rekening
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Penyadapan Presiden, Prabowo Segera Berhentikan Listyo Sigit dari KSP
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
7 Cara Mengenali Orang Berhati Mulia Dilihat dari Ucapannya
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harta Kekayaan Listyo Sigit Terus Naik Setiap Tahun
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.