Seorang warga bernama Rina (42) menceritakan kondisi bayi yang dibunuh dengan cara ditenggelamkan orang tuanya di toilet umum di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Bayi tersebut sempat terlihat menggigil sebelum akhirnya dibawa pergi oleh ayah tirinya AR (22).
Rina mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (30/11/2026) malam. Suami Rina saat itu hendak mandi di toilet sekitar pukul 23.00 WIB, lalu mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam kamar mandi.
"Suami saya mau mandi, sekitar jam 11 malam karena udara lumayan panas. Pas dia mau masuk kamar mandi, dia dengar ada suara anak kecil nangis," kata Rina, saat ditemui detikcom di lokasi, Rabu (4/11/2026).
Suaminya kemudian mengurungkan niat mandi dan menunggu di dekat meja kasir. Tak lama kemudian, AR keluar dari kamar mandi bersama korban.
AR saat itu keluar dengan menggendong korban menggunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang baju. Suami Rina pun menanyakan ada apa gerangan dengan anaknya.
"Suami saya katanya nanya, 'Kenapa anak lu?' gitu. 'Bandel', dia bilangnya gitu doang," ujarnya.
AR sempat meninggalkan anaknya dan kembali ke kamar mandi untuk mengambil popok kotor. Saat itu AR membersihkan muntah korban menggunakan popok bekas anaknya.
Rina menyampaikan suaminya melihat korban sempat oleng lalu memegang paha suaminya. Namun AR datang dan langsung mengangkat korban.
"Anak itu ngelap tangan, ngelap mukanya. Entah mungkin dia lemas kali, megang paha suami saya. Tapi cuma beberapa detik, terus diambil bapaknya," tuturnya.
Rina mengatakan AR sempat meminta celana yang dijadikan sebagai lap di toilet tersebut untuk anaknya. Suami Rina tak mengizinkan celana yang dijadikan lap diambil, kemudian masuk ke rumah mengambilkan celana anaknya untuk diberikan kepada AR. Saat itu, kondisi korban menggigil.
"Anaknya masih jalan, masih berdiri, tapi sudah agak menggigil," kata Rina.
Setelah celana diambil, AR pergi membawa korban. Suami Rina sempat menyusul, namun AR pergi dan tak menghiraukan panggilan.
Rina mengaku saat itu suaminya tidak menyangka korban mengalami kekerasan dan mengira hanya kedinginan setelah dimandikan oleh AR. Suami Rina sempat menanyakan kondisi korban kepada AR.
"'Anak lu sakit kali'. 'Iya, Bang'," ujar Rina menirukan percakapan.
Korban tewas pada Sabtu (31/10) malam. Ibu kandung korban berinisial JM (19), dan ayah tirinya, AR (22) telah ditetapkan sebagai tersangka.
Setelah AR menenggelamkan korban, kedua pasangan suami istri itu kemudian membuang jasad korban di tanah kosong di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan kasus ini terungkap dari kecurigaan saksi. Sebelumnya, saksi yang merupakan pemilik toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama sempat mendengar jeritan korban.
"Pelaku berinisial AR itu melakukan tindak pidana di sana sebanyak dua kali. Dua kali di WC umum itu di jam 7 malam hari Sabtu tanggal 31 Oktober dan juga jam 11.00 malam di mana ada saksi pemilik toilet umum. Dengan keadaan tersebut, salah satu saksi pemilik toilet itu curiga karena ada jeritan tangisan dari korban ini," kata Seala kepada wartawan, Selasa (3/11).
(dek/mea)





