Selain Dibakar dan Digiling, Tersangka Bagus Juga Rencanakan Fermentasi Jasad Korban

suarasurabaya.net
19 jam lalu
Cover Berita

Polda Jawa Timur mengungkap fakta baru dalam kasus pembunuhan sadis di Madiun. Tersangka Dwi Bagus Martono alias DBM (40 tahun) ternyata sempat menyiapkan drum dan zat kimia untuk menghilangkan jejak jasad dua korbannya, DH (30 tahun) istri sirinya dan AG (4 tahun) putra korban dengan cara direndam atau difermentasi.

AKBP Arbaridi Jumhur Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim mengatakan, rencana tersebut diketahui penyidik setelah menelusuri ponsel tersangka. Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui telah membeli drum dan zat kimia sekitar 19 Oktober 2026.

Berdasarkan keterangan tersangka, drum dan zat kimia itu disiapkan sebagai alternatif untuk menghilangkan jasad korban selain dengan cara dibakar.

“Jadi itu drum itu untuk alternatif selain dibakar, tadinya mohon maaf, kata tersangka ya mau difermentasi. Difermentasi, dikasih larutan kimia, direndam tapi tidak terlaksana. Akhirnya ya dibakar,” ungkap Jumhur di RS Bhayangkara Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Jumhur menjelaskan, tersangka bahkan mempelajari cara penggunaan zat kimia tersebut melalui teknologi kecerdasan buatan atau AI, termasuk ChatGPT.

“Semua dipelajari (dengan AI), termasuk penggunaan zat kimia. Semua dipelajari,” jelasnya.

Namun, rencana menghilangkan jasad dengan cara difermentasi itu tidak terlaksana. Tersangka akhirnya memilih membakar jasad korban sebelum melakukan mutilasi dan menggilingnya menggunakan mesin.

Selain temuan tersebut, polisi juga mengungkap perubahan keterangan tersangka mengenai lokasi pembunuhan korban kedua, AG. Berdasarkan pendalaman terbaru, anak berusia empat tahun itu ternyata dieksekusi di ruang tamu rumah orang tua tersangka, bukan di dalam mobil Suzuki Karimun seperti pengakuan sebelumnya.

Jasad AG kemudian sempat disimpan selama dua hari di rumah tersebut sebelum dipindahkan ke rumah yang menjadi lokasi eksekusi.

“Satu lagi terkait eksekusi korban kedua, ya. Jadi ada perubahan, tadinya di Mobil Karimun sekarang berubah pernyataan di dalam rumah, di rumah orang tua itu, di ruang tamu. Jadi sempat disimpan di situ 2 hari, ya. Terus dipindah ke rumah yang lokasi (eksekusi) itu,” ucapnya.

Sebelumnya, penyidik juga menemukan bukti bahwa tersangka telah merencanakan pembunuhan sekitar sepekan sebelum kejadian. Melalui penelusuran ponsel, tersangka diketahui mempelajari teknik mencekik korban hingga mencari berbagai jenis mesin yang kemudian mengarah pada mesin penggiling yang digunakan dalam perkara tersebut.

Tersangka bahkan memanfaatkan ChatGPT untuk mempelajari kemungkinan pertanyaan penyidik beserta jawaban yang harus disiapkan guna mengantisipasi pemeriksaan.

“Dia juga mempelajari kemungkinan-kemungkinan kalau dia bisa antisipasi kalau dimintai keterangan oleh kepolisian. Dia belajar dari chat dari AI, ya. Dia pelajari itu semua, skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini, jawaban ini, menanyakan ini, jawaban ini, udah lengkap dia,” ujarnya.

Sementara itu motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi dan pertengkaran yang kerap terjadi setelah tersangka dan DH tinggal bersama di Madiun, usai sebelumnya menetap di Samarinda.

“Jadi motifnya itu ya memang setelah hidup bersama dari apa Samarinda itu ya, bahwa di lokasi baru ini, di Madiun ini, sering terjadi percecokan yang dilatarbelakangi terkait kebutuhan hidup, ya. Ekonomi,” jelasnya.

Jumhur menegaskan, hingga kini penyidik belum menemukan indikasi keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan tersebut. Polisi sementara menyimpulkan tersangka melakukan aksinya seorang diri.

“Satu (pelaku), sementara satu,” tandas Jumhur.(wld/ham/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Salurkan Bantuan KJMU November 2026, Simak Informasi Rincian Lengkapnya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jokowi Tegas Akui Bawa Ijazah ke Sidang Roy Suryo: Semua, Semua!
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Sedang Berlangsung, Ini Link Live Streaming AEK Athens Vs Real Madrid di Liga Champions
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Dua prajurit TNI gugur dalam kecelakaan helikopter Mi 17V5 di Kalteng
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Awas! PSI Beri Sinyal Bawa Massa Besar Kawal Jokowi di Sidang Ijazah Palsu Hari Ini: Maaf Jika Masyarakat Terganggu
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.