Warga di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang bersitegang dengan karyawan warung bakso yang dengan santainya membuang limbah di selokan depan rumahnya. Peristiwa yang diabadikan dalam bentuk video itu pun viral.
"Persoalan pembuangan limbah kuah atau kaldu bakso di saluran got depan rumah warga yang diduga dilakukan oleh pedagang Bakso Bintang 2, Banyumanik Semarang, ini patut mendapat sorotan serius," tulis akun Instagram @beritasemaranghariini, dilansir detikJateng, Rabu (4/11/2026).
Tampak dalam video yang beredar, karyawan bakso tengah membuang kuah bakso ke saluran got di depan rumah warga, sehingga menimbulkan pertikaian. Video awalnya direkam dari balik pagar.
"Nggak apa-apa viralin aja nggak masalah," kata seorang pria berkaus hitam yang berada di dalam video.
Tampak pria tersebut mengatakan kuah yang dibuang merupakan air bekas cucian mangkuk bakso. Ia meminta pemilik rumah yang merekam itu untuk melaporkan hal tersebut ke pihak RT.
"Lapor ke Pak RT kalau ada yang meresahkan," kata pria tersebut.
Pemilik rumah pun mengatakan, air cucian yang dibuang ke got itu mengandung berbagai bahan yang menimbulkan bau menyengat bagi warga sekitar.
"Ada lemak sapinya, ada sambalnya, ada kaldunya," tegas pemilik rumah.
detikJateng mencoba mendatangi lokasi kejadian hari ini dan tampak beberapa petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Kecamatan Banyumanik, karyawan bakso, tengah melakukan mediasi di rumah pemilik rumah di seberang tempat bakso. Bau kuah bakso masih tercium dari saluran got yang sudah mengering.
Pemilik rumah di depan got, Rina (27) mengatakan, persoalan itu sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku telah beberapa kali menegur pemilik bakso dan puncaknya terjadi hari Selasa (3/11) malam yang kemudian viral.
"Awalnya aku nggak masalah sebetulnya dengan adanya usaha di depan rumah aku. Cuma yang bikin aku resah adalah setiap malam aku harus mencium aroma bau yang nggak sehat dan nggak sedap dari got di depan rumah aku sendiri," kata Rina di rumahnya.
Baca selengkapnya di sini.
(eva/aik)





