Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani mendorong percepatan pembangunan empat kawasan industri di Provinsi Lampung guna mendukung pengembangan investasi.
Sebab, menurutnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Lampung terus meningkat, tetapi ketersediaan kawasan industri yang bisa menunjang aktivitas pengolahan komoditas masih kurang.
"Kawasan industri menjadi problem karena minat investor terhadap Lampung semakin tahun semakin bertambah. Tapi kawasan industri yang sedang gagas ini belum terwujud," kata Muzani dalam Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Rabu.
Maka dari itu, ia menyatakan dukungan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung mempercepat pembangunan kawasan industri tersebut.
"Dari pemaparan gubernur tadi, kita sudah dapat gambaran bahwa setidaknya ada empat kawasan industri yang sedang dipersiapkan dengan baik. Menurut saya ini adalah langkah antisipatif yang sangat bagus dan presisi dan cepat," ujarnya.
Adapun empat kawasan industri itu berlokasi di Kawasan Industri Rejosari, Kawasan Industri Ketibung, Way Kanan Industrial Estate, dan Tanggamus Industrial Estate.
Muzani menjelaskan pengembangan kawasan industri diperlukan untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan Lampung, seperti kopi, kakao, pisang, nanas, dan kelapa, melalui kegiatan pengolahan yang menghasilkan nilai tambah.
"industri pengolahan di Lampung masih berpeluang untuk ditingkatkan agar sebanding dengan potensi produksi komoditas daerah," jelas dia.
Adapun Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerangkan pengembangan hilirisasi membutuhkan kawasan industri sebagai lokasi pengolahan komoditas dari bahan mentah menjadi berbagai produk turunan.
Dua kawasan industri telah menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study (FS), sementara satu kawasan lainnya sedang mempersiapkan pelaksanaan studi kelayakan.
Ia berharap setidaknya dua dari empat kawasan industri tersebut dapat segera terbentuk sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengolahan bahan baku yang tersedia di Lampung.
Bahkan, kawasan industri tersebut berpotensi menyerap bahan baku dari daerah lain di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
"Kalau dari empat kawasan industri tersebut bisa terbentuk dua saja maka kita akan mendapatkan lompatan pertumbuhan ekonomi yang sangat besar karena bahan baku yang ada di Lampung bisa dikelola. Bahkan kita bisa mengambil bahan baku di daerah sekitar Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel)," ucapnya.
Baca juga: Ketua MPR nilai perbaikan jalan penting guna dukung investasi Lampung
Baca juga: KKP optimalkan KNMP untuk tingkatkan pendapatan nelayan pesisir
Sebab, menurutnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Lampung terus meningkat, tetapi ketersediaan kawasan industri yang bisa menunjang aktivitas pengolahan komoditas masih kurang.
"Kawasan industri menjadi problem karena minat investor terhadap Lampung semakin tahun semakin bertambah. Tapi kawasan industri yang sedang gagas ini belum terwujud," kata Muzani dalam Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Rabu.
Maka dari itu, ia menyatakan dukungan agar Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung mempercepat pembangunan kawasan industri tersebut.
"Dari pemaparan gubernur tadi, kita sudah dapat gambaran bahwa setidaknya ada empat kawasan industri yang sedang dipersiapkan dengan baik. Menurut saya ini adalah langkah antisipatif yang sangat bagus dan presisi dan cepat," ujarnya.
Adapun empat kawasan industri itu berlokasi di Kawasan Industri Rejosari, Kawasan Industri Ketibung, Way Kanan Industrial Estate, dan Tanggamus Industrial Estate.
Muzani menjelaskan pengembangan kawasan industri diperlukan untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan Lampung, seperti kopi, kakao, pisang, nanas, dan kelapa, melalui kegiatan pengolahan yang menghasilkan nilai tambah.
"industri pengolahan di Lampung masih berpeluang untuk ditingkatkan agar sebanding dengan potensi produksi komoditas daerah," jelas dia.
Adapun Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerangkan pengembangan hilirisasi membutuhkan kawasan industri sebagai lokasi pengolahan komoditas dari bahan mentah menjadi berbagai produk turunan.
Dua kawasan industri telah menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study (FS), sementara satu kawasan lainnya sedang mempersiapkan pelaksanaan studi kelayakan.
Ia berharap setidaknya dua dari empat kawasan industri tersebut dapat segera terbentuk sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengolahan bahan baku yang tersedia di Lampung.
Bahkan, kawasan industri tersebut berpotensi menyerap bahan baku dari daerah lain di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
"Kalau dari empat kawasan industri tersebut bisa terbentuk dua saja maka kita akan mendapatkan lompatan pertumbuhan ekonomi yang sangat besar karena bahan baku yang ada di Lampung bisa dikelola. Bahkan kita bisa mengambil bahan baku di daerah sekitar Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel)," ucapnya.
Baca juga: Ketua MPR nilai perbaikan jalan penting guna dukung investasi Lampung
Baca juga: KKP optimalkan KNMP untuk tingkatkan pendapatan nelayan pesisir





