Hujan Meteor Leonids Mulai 6 November 2026: Jadwal Puncak, Waktu Terbaik, dan Cara Melihatnya

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi hujan meteor. (Sumber: Envato/wirestock)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hujan meteor Leonids menjadi salah satu fenomena astronomi yang dapat diamati dari Bumi setiap tahun pada bulan November.

Dilansir laman resmi NASA, pada 2026, hujan meteor Leonids diperkirakan aktif mulai 6 hingga 30 November. Fenomena ini diprediksi mencapai puncaknya pada malam 16-17 November 2026.

Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan serpihan material yang ditinggalkan komet 55P/Tempel-Tuttle.

Partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi hingga menghasilkan kilatan cahaya yang terlihat seperti bintang jatuh.

Meski dikenal sebagai salah satu hujan meteor utama, intensitas Leonids pada tahun ini diperkirakan relatif rendah, yakni kurang dari tiga meteor per jam ketika diamati dari lokasi dengan kondisi langit gelap.

Baca Juga: Puncak Hujan Meteor Orionid 21-22 Oktober 2026, Ini Waktu Terbaik dan Cara Menyaksikannya

Leonids dikenal karena meteor yang dihasilkannya bergerak sangat cepat dan terkadang tampak terang dengan warna yang beragam.

Kecepatan meteor ini mencapai sekitar 69,7 kilometer per detik ketika memasuki atmosfer Bumi, sehingga termasuk salah satu hujan meteor dengan kecepatan tertinggi.

Fenomena ini juga memiliki sejarah menarik karena Leonids pernah menghasilkan badai meteor dengan intensitas luar biasa.

Dalam kondisi tertentu, jumlah meteor yang terlihat dapat meningkat hingga ratusan bahkan ribuan per jam. Peristiwa tersebut biasanya terjadi dalam siklus sekitar 33 tahun, mengikuti periode orbit komet asalnya.

Titik radian atau radiant Leonids berada di konstelasi Leo. Namun, meteor dapat terlihat melintas di berbagai bagian langit sehingga pengamat tidak harus terus-menerus mengarahkan pandangan ke satu titik tertentu.

Leonids Juga Menghasilkan Bola Api

Selain meteor yang bergerak cepat, Leonids dikenal karena kemunculan bola api atau fireball. Fenomena ini merupakan kilatan cahaya yang jauh lebih terang dibandingkan meteor biasa dan dapat bertahan lebih lama di langit.

Baca Juga: Puncak Hujan Meteor Perseid 2026 Terjadi 12-13 Agustus, Begini Cara Mengamatinya

Bola api terbentuk ketika material yang memasuki atmosfer berukuran lebih besar dibandingkan partikel debu yang biasanya menghasilkan meteor. Berdasarkan klasifikasi astronomi, bola api memiliki magnitudo visual lebih terang dari -3.

Leonids juga dapat menghasilkan meteor yang melintas dekat cakrawala. Meteor jenis ini dikenal dengan sebutan earthgrazers karena lintasannya yang seolah-olah menyentuh bagian tepi atmosfer Bumi.

Meteor tersebut dapat meninggalkan jejak cahaya panjang dan berwarna-warni. Karena lintasannya relatif panjang, fenomena ini menjadi salah satu pemandangan menarik bagi pengamat langit.

Cara Melihat Hujan Meteor Leonids November 2026

Pengamatan hujan meteor Leonids dapat dilakukan tanpa teleskop maupun peralatan astronomi khusus. Pengamat hanya perlu mencari lokasi dengan kondisi langit gelap dan memiliki pandangan luas ke arah langit.

Waktu terbaik untuk mulai mengamati Leonids adalah sekitar tengah malam hingga menjelang fajar waktu setempat. Berikut beberapa tips agar pengamatan lebih optimal:

1. Pilih lokasi yang gelap

Cari tempat yang jauh dari pusat perkotaan, lampu jalan, maupun sumber cahaya buatan lainnya. Polusi cahaya dapat mengurangi kemampuan mata untuk melihat meteor yang melintas.

2. Mulai pengamatan setelah tengah malam

Waktu tersebut menjadi periode yang disarankan untuk mengamati Leonids. Pengamatan dapat dilanjutkan hingga menjelang fajar.

Baca Juga: Meteor Meledak saat Mendekati Bumi, Picu Ledakan Dahsyat Setara 300 Ton Bahan Peledak

3. Cari area dengan pandangan langit luas

Hindari lokasi yang terhalang gedung tinggi, pepohonan, atau bangunan lainnya. Semakin luas bagian langit yang terlihat, semakin besar kesempatan untuk menyaksikan meteor.

4. Berbaring dan arahkan pandangan ke langit

Gunakan kursi lipat atau alas yang nyaman agar dapat mengamati langit dalam waktu lama. Pengamat dapat mengarahkan kaki ke timur sambil melihat bagian langit seluas mungkin.

5. Berikan waktu bagi mata untuk beradaptasi

Hindari melihat layar ponsel atau sumber cahaya terang selama pengamatan. Mata membutuhkan waktu kurang dari 30 menit dalam kondisi gelap untuk beradaptasi dan meningkatkan kepekaan terhadap cahaya redup.

6. Siapkan perlengkapan yang nyaman

Bawa selimut, jaket, atau alas tidur agar tetap nyaman selama pengamatan malam hari.

Hujan meteor Leonids berlangsung hingga menjelang akhir November sehingga pengamatan tidak hanya terbatas pada malam puncaknya. Namun, intensitas meteor yang terlihat dapat berbeda-beda bergantung pada kondisi atmosfer, lokasi, dan tingkat polusi cahaya.

Dengan memilih lokasi yang tepat dan menghindari cahaya buatan, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena hujan meteor Leonids November 2026 secara langsung.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • hujan meteor
  • hujan meteor leonids
  • leonids
  • meteor
  • jadwal hujan meteor leonids
  • cara melihat hujan meteor
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rudal NasDem Minta Aktor Intelektual di Balik Penyadapan Presiden Diusut
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Hasil Liga Champions 2026-2027 Semalam: Como Menang Telak 9-1, Real Madrid Menang Dramatis Lagi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
4 Faktor yang Memengaruhi Kebahagiaan Pekerja Perempuan di Indonesia
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hasil 3 Laga I League Cup: PSS Bantai PSGC 6-0, Java United Sikat Adhyaksa FC Bekasi 5-0
• 14 jam lalubola.com
thumb
Kalahkan Tokoh Republik, Ray Cooper dari Demokrat Raih Kursi Senat North Carolina
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.