-
-
-
-
-
Nama Jual Emas Indonesia (JEI), toko emas milik influencer Juan dan Iben, tengah menjadi sorotan setelah sejumlah pengalaman konsumen saat menjual emas viral di media sosial. Polemik ini mencuat setelah seorang netizen mengaku mendapatkan hasil pemeriksaan kadar emas yang berbeda jauh antara JEI dan toko emas lainnya.
Perbincangan tersebut ramai pada Kamis (8/10/2026), setelah akun @ghazalisasq membagikan pengalamannya melalui platform Threads. Dalam unggahannya, ia mengaku mendatangi salah satu cabang JEI di Tangerang Selatan yang baru dibuka untuk menjual emas 24 karat miliknya. Namun, hasil pemeriksaan di toko tersebut justru menyebut emas yang dibawanya hanya memiliki kadar 16 karat. Hasil itu membuat konsumen tersebut terkejut lantaran tidak sesuai dengan surat emas yang dimilikinya.Belajar Kimia
Merasa janggal, ia kemudian membawa emas yang sama ke toko emas lain untuk mendapatkan pemeriksaan pembanding. Hasilnya, toko kedua menyatakan emas tersebut tetap berkadar 24 karat sesuai keterangan dalam surat yang dimiliki. Perbedaan hasil pemeriksaan tersebut kemudian dibagikan ke media sosial dan memancing reaksi warganet. Sejumlah pengguna Threads lainnya turut mengaku pernah mengalami kejadian serupa ketika bertransaksi di JEI.
Cerita ini membuat nama Juan dan Iben ikut menjadi perhatian publik. Keduanya dikenal sebagai kreator konten di balik kanal Juan & Eve bersama Evelyn Chrestella, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial. Popularitas sebagai influencer kemudian dimanfaatkan Juan untuk merambah bisnis jual beli emas melalui Jual Emas Indonesia. Selain pengalaman konsumen, perdebatan warganet juga mengarah pada penggunaan alat X-Ray Fluorescence (XRF), yakni perangkat yang digunakan untuk menganalisis komposisi unsur suatu material, termasuk kandungan logam pada emas.
Sejumlah netizen mempertanyakan akurasi, prosedur pemeriksaan, hingga kalibrasi alat yang digunakan dalam transaksi tersebut. Namun, hingga informasi ini disusun, belum terdapat penjelasan teknis resmi dari pihak JEI yang dapat memastikan penyebab perbedaan hasil pemeriksaan kadar emas tersebut.
Penting dicatat, tudingan yang beredar di media sosial masih berupa pengakuan sejumlah konsumen dan belum dapat dianggap sebagai bukti adanya kecurangan. Perbedaan hasil pengujian juga masih membutuhkan pemeriksaan independen untuk memastikan penyebabnya.
Polemik ini menjadi perhatian karena bisnis jual beli emas sangat bergantung pada kepercayaan konsumen. Kepastian kadar, transparansi harga, serta akurasi pemeriksaan menjadi faktor penting dalam menentukan nilai transaksi. Ketika muncul laporan mengenai perbedaan hasil pengujian, reputasi bisnis dapat ikut terdampak, terlebih jika merek tersebut memiliki eksposur besar melalui media sosial.
Hingga kini, publik masih menantikan klarifikasi dari Juan dan Iben selaku figur yang dikaitkan dengan JEI. Penjelasan mengenai prosedur pengujian, penggunaan alat XRF, serta mekanisme penyelesaian keluhan konsumen menjadi hal yang dinantikan untuk menjawab polemik tersebut.





