Laba Kuartal II Toyota Diprediksi Tumbuh 18%, Akhiri Tren Penurunan Enam Kuartal

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Toyota diproyeksikan bakal mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional untuk pertama kalinya dalam enam kuartal terakhir pada laporan Kamis (5/11/202026) ini. 

Pemulihan kinerja pabrikan otomotif raksasa asal Jepang ini didorong oleh pelemahan nilai tukar yen serta tingginya permintaan terhadap kendaraan hibrida (hybrid) yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. Tren positif ini berhasil menutupi penurunan volume penjualan yang terjadi di pasar Tiongkok dan Timur Tengah.

Faktor pendukung lain yang memperkuat kinerja keuangan Toyota adalah ketiadaan beban biaya terkait tarif perdagangan Amerika Serikat, yang pada periode setahun sebelumnya sempat menekan pendapatan perusahaan secara signifikan.

Berdasarkan konsensus estimasi dari sembilan analis yang disurvei oleh LSEG, laba operasional produsen mobil terbesar di dunia ini untuk periode Juli–September diperkirakan melonjak 18% mencapai 992 miliar yen (sekitar Rp113,58 triliun). Sejalan dengan peningkatan laba, total pendapatan Toyota pada kuartal kedua ini juga diprediksi naik 8% menjadi 13,4 triliun yen (sekitar Rp1.533,9 triliun).

Penjualan global Toyota dan Lexus tercatat mengalami penurunan 4% menjadi sedikit di atas 2,5 juta unit pada periode tersebut. Penurunan ini terutama dipicu oleh kontraksi tajam sebesar 22% di pasar Tiongkok serta anjloknya penjualan hingga sepertiga di wilayah Timur Tengah.

Kendati demikian, kinerja produsen otomotif asal Jepang ini tertolong oleh lonjakan penjualan kendaraan elektrifikasi ber-margin tinggi di Amerika Utara yang melebihi 30% atau hampir mencapai 430.000 unit, meskipun total volume penjualan secara keseluruhan di AS hanya tumbuh kurang dari 1%.

"Dengan kenaikan harga bensin, ada permintaan untuk hibrida yang lebih hemat bahan bakar," kata Yuya Takahashi, seorang analis di Marusan Securities, seperti dilansir Reuters. "Kuncinya adalah berapa banyak hibrida yang lebih menguntungkan itu yang terjual."

Kinerja Toyota di China, pasar otomotif terbesar di dunia, terus menjadi fokus utama para investor. Ketatnya persaingan dengan produsen lokal serta pesatnya transisi menuju kendaraan listrik menjadi tantangan berat bagi lini produk Toyota yang selama ini didominasi oleh mobil berbahan bakar bensin dan hibrida.

Tekanan di pasar China ini turut berdampak pada ekosistem rantai pasoknya. Pemasok utama Toyota, Denso, melaporkan penurunan laba operasional di kawasan Asia lebih dari sepertiga untuk periode enam bulan hingga September. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya penjualan kendaraan di Tiongkok serta tingginya biaya bahan baku. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aplikasi Darurat Ukraina dan Rusia Diretas, Kirim Peringatan Nuklir Palsu
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Penyadapan Presiden, Gerindra: Mau Geng Solo atau Geng Oslo, Hukum ya Hukum!
• 35 menit laluokezone.com
thumb
Persaingan Bisnis Kuliner Makin Ketat, Inovasi Menu dan Kualitas Bahan Baku Jadi Kunci
• 15 jam laluherstory.co.id
thumb
Amankan Pembiayaan Belanja Alat Berat, Pemegang Saham Restui MINE Jaminkan Aset di Atas 50 Persen
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Lindungi Tanah Ulayat dan Cegah Konflik Agraria, Rycko Menoza Targetkan Rampung 2026
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.