Geger! Bank Prancis Diserang Hacker, Dana Triliunan Rupiah Berhasil Dibobol

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Salah satu bank besar di Prancis, Crédit Mutuel Arkéa, menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan terjadinya sejumlah transaksi ilegal. Peristiwa tersebut diduga menyebabkan dana sekitar 118 juta euro atau setara Rp2,2 triliun berpindah ke rekening pihak lain.

Serangan siber tersebut terdeteksi pada Rabu (4/11/2026). Pihak bank mengonfirmasi adanya aktivitas transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh pelaku melalui sistem yang terhubung dengan salah satu penyedia layanan pihak ketiga.

Dalam keterangan resminya, Crédit Mutuel Arkéa menyatakan bahwa para pelaku memanfaatkan akses melalui platform salah satu mitra penyedia layanan untuk melakukan transaksi ke sejumlah lembaga perbankan lain. Dana tersebut diduga kemudian dikonversi menjadi mata uang kripto melalui platform khusus.

Pihak bank menegaskan bahwa serangan tersebut tidak berasal dari rekening nasabah. Dengan demikian, saldo dan aset keuangan para pelanggan dipastikan tidak terdampak secara langsung.

"Kami ingin meyakinkan seluruh nasabah bahwa insiden ini tidak menimbulkan konsekuensi terhadap aset mereka," demikian pernyataan resmi Crédit Mutuel Arkéa.

Bank yang berbasis di wilayah Brittany, Prancis, tersebut juga mengungkapkan telah mengambil langkah pengamanan segera setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan. Sejumlah transaksi untuk sementara dihentikan guna mencegah terjadinya perpindahan dana ilegal lebih lanjut.

Hingga Rabu, pihak bank menyatakan serangan siber tersebut telah berhasil dikendalikan. Sebagian besar aktivitas transaksi juga mulai kembali berjalan setelah dilakukan pemeriksaan dan penguatan sistem keamanan.

Baca Juga: Iran Rayakan Kekalahan Donald Trump di Pemilu AS, Perang Jadi Bumerang

Terkait nilai kerugian, Crédit Mutuel Arkéa belum mengonfirmasi secara resmi jumlah pasti dana yang berhasil dicuri peretas. Meski demikian, pihak bank membenarkan bahwa nilai transaksi yang terdampak berada dalam kisaran yang dilaporkan.

Informasi mengenai dugaan kerugian sebesar 118 juta euro atau sekitar 133 juta dolar AS sebelumnya diungkap oleh ZachXBT, seorang penyelidik independen yang dikenal menelusuri transaksi mata uang kripto.

Bank menyebut sebagian dana yang terlibat dalam transaksi ilegal tersebut berhasil diblokir. Upaya pemulihan terhadap dana lainnya juga masih berlangsung.

"Kami masih terlalu dini untuk menyampaikan angka final," jelas perwakilan bank.

Crédit Mutuel Arkéa juga memastikan bahwa nilai dana yang terdampak tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun stabilitas perusahaan.

Setelah serangan teridentifikasi, Crédit Mutuel Arkéa langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk aparat penegak hukum dan kepolisian, untuk mengungkap asal serangan serta metode yang digunakan pelaku.

Pihak bank menyebut serangan tersebut merupakan tindakan eksternal yang dilakukan secara canggih. Mereka juga membantah adanya kesalahan manusia sebagai penyebab utama insiden tersebut.

Selain itu, bank mengingatkan nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan atau phishing yang dapat memanfaatkan situasi serangan siber tersebut.

Crédit Mutuel Arkéa merupakan salah satu kelompok perbankan besar di Prancis yang melayani sekitar 5,8 juta nasabah. Hingga akhir periode pelaporan terakhir, kelompok usaha tersebut memiliki aset sekitar 211,5 miliar euro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD Serang Harap Perbaikan Bisa Bikin Alun-alun Cikande Layak Dikunjungi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Hasil Persib vs Melbourne Victory FC: Epic Cameback, Maung Bandung Lolos 16 Besar
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
INFOGRAFIK: Kongsi Tiga Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hujan Meteor Leonids Mulai 6 November 2026: Jadwal Puncak, Waktu Terbaik, dan Cara Melihatnya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Karhutla di Pulau Taliabu Makin Mengkhawatirkan, 347 Hektare Lahan dan 39 Ribu Pohon Terdampak
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.