Kenapa sih Jersi Kiper Beda Sendiri?

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pada musim pertamanya di Manchester United, kiper Mark Bosnich mengalami momen yang bikin laga FA Carling Premiership di 2000 nyaris terlambat dimulai.

Saat menjamu Arsenal di Old Trafford, wasit melihat ada yang janggal pada jersi Bosnich. Saat itu, jersi kuning yang dikenakan oleh kiper Manchester United bentrok dengan jersi kuning Arsenal. Akhirnya, pertandingan harus ditunda sebentar dan Bosnich diminta mengganti jersinya.

Masalahnya, klub sebesar Manchester United ternyata tidak punya jersi kiper cadangan yang siap pakai. Demi mempercepat jalannya laga yang disiarkan langsung televisi, Bosnich akhirnya memakai turtleneck abu-abu yang konon pemberian seorang suporter.

Pengalaman yang dirasakan oleh Mark Bosnich ini memang cukup lucu. Di sisi lain, ini menunjukkan bahwa warna jersi penjaga gawang bukan hanya soal estetika, melainkan aturan yang dijaga ketat.

Law 4 dalam Laws of the Game International Football Association Board (IFAB) mewajibkan kiper memakai warna yang berbeda dari pemain lain dan ofisial pertandingan. Dalam praktiknya, itu berarti warna kiper tidak boleh sama dengan pemain outfield timnya sendiri, pemain outfield lawan, kiper lawan, dan wasit.

Hal itu yang membuat kiper biasanya punya beberapa jersi cadangan. Jadi, saat jersi tim berganti karena warnanya bertabrakan, kiper pun harus menyesuaikan.

Kenapa Harus Beda?

Ini tidak lepas dari hak istimewa yang dimiliki kiper, sebagai satu-satunya pemain yang boleh memegang bola di area penalti.

Misalnya pada tendangan sudut atau antisipasi tendangan bebas dekat kotak penalti, kiper lumrah berada dalam kondisi dikerumuni banyak pemain lawan.

Dengan warna jersi yang berbeda, wasit akan lebih mudah membedakan mana tangkapan kiper yang sah dan mana pelanggaran handball pemain lain. Warna yang berbeda juga membantu rekan setim menemukan posisi kiper dengan cepat.

Atau, untuk persoalan jersi kiper harus beda dengan jersi kiper lawan, kasus tersebut pernah terjadi di laga Sheffield United vs Middlesbrough di EFL Championship pada 9 Februari 2026. Saat itu, kiper Sheffield, Michael Cooper, merangsek ke kotak penalti lawan untuk mencoba mencetak gol buat timnya yang ketinggalan.

Perkaranya, warna jersi Cooper dan Sol Brynn, kiper Boro, sama-sama kuning. Mereka sempat berdiri berhadapan dan menciptakan pemandangan yang akan sangat membingungkan wasit. Untungnya, saat sepak pojok diambil, Cooper menjauh dan melepaskan diri dari kemungkinan terjadinya insiden gara-gara jersi yang sama.

Cuma Pakai Topi

Jersi kiper yang berbeda ternyata bukanlah aturan yang muncul dari awal terbentuknya sepak bola. Sebelum Perang Dunia I, kiper hanya dibedakan dari rekan setimnya lewat pemakaian topi.

Baru sekitar 1909, aturan jersi berbeda mulai muncul. Catatan sejarahnya sedikit berbeda-beda: ada yang menyebut Federasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) mengambil langkah itu pada 1909, ada pula yang mencatat pertemuan Football League pada Juni 1909.

Pilihan warnanya pun awalnya sangat terbatas, yaitu hanya merah, putih, dan biru. Konteksnya juga menarik: area penalti baru dibuat pada 1902. Jadi seiring posisi kiper makin paten punya peran tersendiri, tampilannya ikut dibedakan.

Lalu, bagaimana jika kedua kiper punya warna sama dan tidak ada yang membawa jersi cadangan? Menurut aturan, wasit tetap membolehkan pertandingan berjalan. Ketentuan ini dibuat agar tim kecil dengan anggaran terbatas tidak otomatis kehilangan kesempatan bermain hanya karena tidak punya kostum kiper kedua.

Lebih dari Sekadar Warna

Hari ini jersi kiper semakin mencolok dan punya aksesoris penunjang performa atlet. Misalnya saja jersi dengan, lengan panjang, bantalan di siku, sampai panel khusus untuk mencengkeram bola. Tujuannya tentu melindungi kiper yang sering harus jatuh-bangun.

Tapi fungsi dasarnya tetap sama seperti seabad lalu, yaitu memastikan semua orang di lapangan tahu siapa pemain yang boleh menyentuh bola dengan tangan.

Jadi, lain kali kamu melihat kiper berbaju mencolok, ingat bahwa itu bukan semata soal estetika. Itu cara sepak bola menjaga agar keputusan di kotak penalti tetap adil buat kedua belah pihak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Tegaskan Informasi Pembuatan SIM Gratis 2026 Hoaks
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
TB Hasanuddin Dorong Pencabutan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Listyo Sigit
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Nonton MotoGP Sepang Sekalian Healing? Genting Highlands Bisa Jadi Pilihan Tepat!
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Viral! Dua Pria Saling Pukul di Stasiun Duri, Ini Pemicunya
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Dipuja-puja di Vietnam, Park Hang-seo Justru Jadi Sasaran Hinaan Rasis di Liga Thailand
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.