BPS Ungkap Kabar Baik dari Manufaktur RI, Tapi Kasih Catatan Ini

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja industri manufaktur Indonesia menunjukkan perkembangan positif pada kuartal III-2026. Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan catatan terkait salah satu komponen aktivitas manufaktur yang justru mengalami kontraksi, yakni waktu pengiriman.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengungkapkan Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) pada kuartal III-2026 mencapai 52,75. Angka tersebut menunjukkan industri manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi dan menguat dibandingkan kuartal sebelumnya.


"Pada triwulan III-2026, IKBM tercatat sebesar 52,75 yang menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi dan menguat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya," ungkap Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11/2026).

Baca: China-AS Minggir Dulu! Ekonomi RI Jadi yang Tertinggi di G20

Secara rinci, penguatan industri manufaktur tercermin dari empat komponen IKBM, yakni produksi, pesanan, stok, dan tenaga kerja. Keempat komponen tersebut mengalami ekspansi, yang berarti kondisinya lebih baik dibandingkan kuartal II-2026.

Namun, tidak seluruh komponen menunjukkan perkembangan positif. BPS mencatat komponen waktu pengiriman justru mengalami kontraksi pada kuartal III-2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja waktu pengiriman pada industri manufaktur tidak lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya, di tengah membaiknya aktivitas produksi, pesanan, stok, dan tenaga kerja.

Baca: Jumlah Pekerja Informal di RI Makin Banyak 2026, Tembus 57,9%

"Sementara komponen waktu kirim mengalami kontraksi di triwulan III-2026. Artinya, kondisi di triwulan III-2026 tidak lebih baik dibandingkan dengan triwulan II-2006 dari komponen waktu kirim," jelasnya.

Sebagai informasi, IKBM disusun berdasarkan hasil Survei Industri Besar dan Sedang (IBS) yang dilakukan BPS secara triwulanan. Survei tersebut mencakup industri pengolahan skala besar dan sedang.

Dalam penyusunannya, BPS menggunakan metode pengambilan sampel secara menyeluruh (take all) untuk perusahaan yang berada di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK). Sementara itu, perusahaan manufaktur di luar kawasan tersebut dipilih menggunakan metode probabilistic sampling. Adapun hasil IKBM diestimasi pada level nasional.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Imigrasi Dorong Pebisnis Gunakan Apec Businees Travel Card

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator DKI Sebut Isu Dasco Mau Jadi Wapres Hoax: Kawal Kasus Penyadapan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Utang Pinjol di Indonesia Tembus Rp106 Triliun, Kredit Macet Lampaui Batas Aman
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kerja Keras Juara Liga Korea FC Seoul! Usai Persib Bandung Kalahkan Wakil Australia dan Kunci Tiket 16 Besar ACL 2
• 20 jam laluharianfajar
thumb
LSP Sadap Elite Partai, Demokrat Waspada
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Ditjen AHU perkuat koordinasi tangani persoalan kewarganegaraan WNI
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.