jpnn.com - Sekjen Demokrat Herman Khaeron menyebut partainya menerapkan kewaspadaan setelah mendengar kabar sejumlah petinggi parpol turut disadap tiga perwira tinggi (Pati) Polri, yakni LSP, ASN, dan EH.
Dia mengatakan hal tersebut saat sesi wawancara terkait kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto oleh tiga Pati Polri.
BACA JUGA: Kasus Penyadapan Presiden, Komisi III Ungkit Sidang Etik ke LSP dkk
Mulanya, Hero sapaan Herman Khaeron menyebut tindakan penyadapan ilegal sebagai pelanggaran berat, terlebih jika menyasar Presiden RI.
"Kalau benar ternyata Presiden disadap, ya, ini menurut saya kategori kejahatan yang sangat besar,” kata dia ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).
BACA JUGA: Gus Falah Dukung Polri Tetapkan Listyo Sigit sebagai Tersangka Penyadapan Presiden
Namun, dia mempertanyakan motif penyadapan terhadap Presiden RI dan beberapa pejabat negara serta elite parpol.
“Untuk apa penyadapan itu dan atas perintah siapa? Kepentingannya apa? Nah, ini saya kira pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diproses di kepolisian,” tutur Hero.
BACA JUGA: Istana Sebut Penyadapan terhadap Prabowo Mengarah ke Makar
Legislator DPR RI itu meyakini aksi penyadapan tidak dilakukan secara mandiri, mengingat kompleksitas teknis dan teknologi aksi.
"Pasti ada kolaborasi, lah. Kan, enggak mungkin ini hanya dilakukan oleh seseorang, karena ini persoalan kebijakan juga,” ujarnya.
Hero menuturkan Partai Demokrat menerapkan kewaspadaan menyikapi potensi penyadapan dari kasus LSP, ASN, dan EH.
"Ya, kami berasumsi itu. Kami waspada begitu, ya. Kalau pun, toh, kemudian masih ada hal-hal yang disadap juga, ya, nanti kami lihat saja hasil penyelidikan apakah juga ada menyadap Partai Demokrat begitu. Jadi, nanti kami lihat saja," ujarnya.
Terkait penegakan hukum, Hero menghormati proses di kepolisian dan diharapkan bisa dilaksanakan transparan.
“Kami menghormati proses itu, tidak berasumsi, dan mudah-mudahan penegakan hukum bisa dilakukan setegak-tegaknya dan secara transparan, profesional, supaya juga memberikan ketenangan kepada seluruh warga negara,” katanya. (ast/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan




