Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap stabil hingga Oktober 2026. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari mengungkapkan stabilitas tersebut terjadi di tengah masih berlanjutnya ketegangan geopolitik global.
“Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK pada 28 Oktober 2026 menilai sektor jasa keuangan stabil di tengah berlanjutnya konflik geopolitik, tekanan inflasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga global,” kata Friderica yang akrab disapa Kiki dalam RDK Bulanan OJK Oktober pada Kamis (11/5).
Kiki mengatakan dinamika inflasi global masih dipengaruhi oleh kenaikan harga energi, seiring eskalasi konflik geopolitik. Di sisi lain, keterbatasan ruang fiskal semakin mempersempit kapasitas pemerintah di berbagai negara, khususnya di kawasan Eropa dalam memberikan subsidi di tengah tekanan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga
“Sejumlah negara bahkan menghadapi kebutuhan konsolidasi fiskal melalui penyesuaian anggaran belanja pemerintah. Perkembangan tersebut turut meningkatkan ketegangan sosial dan memicu gejolak secara luas di berbagai negara,” ujar Kiki.
Sementara terkait suku bunga, Kiki menyebut saat ini masih ada ekspektasi suku bunga yang tinggi. Hal itu dipengaruhi oleh instabilitas politik global yang mendorong sentimen di pasar keuangan global.
Sementara dari sisi domestik, Kiki menjelaskan terdapat pergeseran pola konsumsi yang semakin konservatif. Di sisi lain, inflasi didorong oleh kenaikan harga pangan. Selain itu pertumbuhan uang beredar dan inflasi menurut Kiki ada dalam posisi yang relatif stabil.
Ia juga mencatat penjualan kendaraan motor tumbuh cukup solid yang didorong oleh penjualan mobil listrik. Dari sisi manufaktur juga tercatat menguat.
“Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur juga menunjukkan penguatan dengan PMI Manufaktur Oktober 2026 meningkat ke level tertinggi sejak Maret 2024,” kata Kiki.





