Perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air menjadi tantangan dalam menjaga ketersediaan sumber daya air. Persoalan ini turut diangkat dalam Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 melalui edukasi pengelolaan air hujan yang dapat diterapkan masyarakat.
Festival yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta tersebut melibatkan 97 komunitas dan mitra terkurasi, termasuk 65 praktisi wellness dan 32 artisan. Melalui berbagai program, JCWF mempertemukan masyarakat dengan komunitas yang bergerak di bidang kesehatan, budaya, hingga kepedulian lingkungan.
Salah satunya melalui keterlibatan Komunitas Air Hujan Banyu Bening yang akan mengenalkan konsep pemanenan air dan sistem lumbung air hujan. Edukasi ini membahas bagaimana air hujan yang selama ini kerap menjadi limpasan dapat ditampung, dikelola, dan dimanfaatkan kembali.
Melalui Sekolah Air Hujan Banyu Bening, masyarakat akan diperkenalkan pada pengelolaan air yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga maupun komunitas. Upaya tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya.
Dalam JCWF 2026, komunitas ini akan membuka booth informasi dan edukasi yang memungkinkan pengunjung berdiskusi langsung mengenai pemanfaatan air hujan. Selain itu, pengunjung dapat mengenal prinsip penerapan sistem lumbung air hujan.
Edukasi juga akan berlangsung melalui program Inspiring Talk bertajuk “Menabung Air, Merawat Masa Depan: Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan” pada Sabtu (7/11) pukul 09.30–11.00 WIB di Stage Utama (Area Garden), Loman Park Hotel Yogyakarta.
Diskusi tersebut menghadirkan Founder Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Sri Wahyuningsih dengan moderator Agus Budi Rahmanto. Pembahasan mencakup pentingnya pengelolaan sumber daya air di tengah perubahan iklim, konsep pemanenan air hujan, hingga prinsip dan penerapan instalasi sistem lumbung air hujan.
Keterlibatan Banyu Bening menjadi bagian dari upaya JCWF menghubungkan praktik wellness dengan kepedulian lingkungan. Melalui pendekatan ini, kesejahteraan manusia tidak hanya dilihat dari kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berkaitan dengan kualitas lingkungan serta ketersediaan sumber daya alam.
Mengangkat tema RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing, JCWF 2026 menjadi penyelenggaraan keempat sejak pertama kali digelar pada 2023. Festival ini menghadirkan 92 program wellness berupa workshop, kelas, dan sesi privat.
Program-program tersebut mencakup enam tema utama, yakni Breathwork & Mindful Movement, Meditation & Sound Healing, Art Therapy, Healthy Food & Herbals, Mental Health & Emotional Wellbeing, serta Spiritual & Energy Healing.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti Wellness Artisan Market, Inspiring Talks, pertunjukan budaya, dan kegiatan kolaboratif bersama komunitas. Dari keseluruhan rangkaian festival, sebanyak 19 program tersedia tanpa biaya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas, JCWF 2026 juga diarahkan untuk mendukung pengembangan Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang menghubungkan pariwisata, pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, dan keberlanjutan lingkungan.





