Jakarta, VIVA - Dokumen digital semakin sering digunakan untuk melamar pekerjaan, mendaftar pendidikan, mengikuti pelatihan, hingga memenuhi persyaratan administrasi. Namun, kemudahan mengedit file juga membuat masyarakat perlu lebih teliti saat menerima ijazah, sertifikat, atau dokumen PDF dari pihak lain.
Kabar baiknya, ada sejumlah tools digital yang bisa membantu memeriksa keabsahan dokumen. Mulai dari layanan resmi pemerintah Indonesia hingga aplikasi pemeriksa tanda tangan elektronik, setiap alat memiliki fungsi dan batasan berbeda.
Berikut VIVA telah merangkum Kamis, (05/11/2026), ada tujuh tools yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum mempercayai suatu dokumen.
1. Portal Data Induk Ijazah Kemendikdasmen
Portal Data Induk Ijazah dapat digunakan untuk memeriksa keabsahan Nomor Ijazah Nasional (NIN) bagi ijazah sekolah yang diterbitkan mulai Tahun Ajaran 2024/2025.
Pengguna perlu memasukkan nama lengkap peserta didik dan NIN sesuai dokumen. Sistem kemudian menampilkan informasi mengenai status nomor, profil peserta didik, dan riwayat penerbitannya.
Layanan ini cocok untuk membantu sekolah, perusahaan, maupun masyarakat memeriksa ijazah pendidikan dasar dan menengah. Namun, cakupan tahun penerbitannya perlu diperhatikan agar hasil pemeriksaan tidak disalahartikan.
2. PISN untuk Ijazah dan Sertifikat Profesi
Lulusan perguruan tinggi dapat memanfaatkan Penomoran Ijazah dan Sertifikat Nasional (PISN).
Platform resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Pengguna dapat memeriksa nomor ijazah, nomor sertifikat profesi, atau NIM sesuai pilihan pencarian yang tersedia.
Masukkan nama perguruan tinggi, program pendidikan, program studi, dan informasi yang diminta. Jika nomor tidak ditemukan, hubungi kampus penerbit untuk memastikan kelengkapan pelaporan data.
3. SIVIL untuk Verifikasi Ijazah Kuliah
SIVIL merupakan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik yang membantu memeriksa data ijazah lulusan perguruan tinggi.
Pengguna dapat memasukkan nama perguruan tinggi, program studi, dan nomor ijazah untuk mencocokkan informasi dengan data yang tersedia. Layanan ini berguna ketika perusahaan ingin melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen pendidikan calon karyawan.
Perlu diingat, ijazah yang tidak ditemukan belum otomatis berarti palsu. Data mungkin belum dilaporkan atau terdapat kesalahan input. Konfirmasikan hasilnya kepada perguruan tinggi penerbit.




