Motor Rp 30-40 Juta Kini Kuasai Sepertiga Pasar, Kelas Entry Level Mandek

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pertumbuhan pasar sepeda motor nasional sekarang datang dari motor seharga Rp 30 sampai Rp 40 juta. Segmen di bawah Rp 25 juta yang selama ini menjadi penyumbang volume terbesar justru mulai stagnan.

Akibatnya, komposisi pasar kini terbagi rata menjadi tiga bagian. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi Putro, saat ditemui di Milan, Italia, Rabu (4/11/2026).

"Yang tadi kelas 25 juta ke bawah relatively masih menjadi bagian terbesar, tapi kok mandek, agak stagnan. Yang tumbuh yang kelas 30 sampai 40 juta (unit). Makanya komposisinya menjadi imbang. Sepertiga, sepertiga, sepertiga," kata Octavianus.

Perubahan ini terjadi saat pasar sedang naik. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan penjualan motor nasional pada 2026 mencapai minimal 6,5 juta unit, tertinggi sejak 2015.

Menurut Octavianus, pembagian berdasarkan rentang harga ini lebih menggambarkan kondisi di lapangan dibanding pembagian lama berdasarkan tipe, yaitu skuter matik (AT) kelas low dan mid. Dari pembagian harga itu terlihat preferensi konsumen bergerak ke kelas yang lebih tinggi.

Kenaikan permintaan di kelas menengah menandakan alasan membeli motor ikut berubah. Konsumen tidak lagi membeli motor hanya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Faktor citra merek, prestise, dan gaya hidup kini ikut menentukan pilihan.

Kelas 110cc, 125cc, 160cc Sama-sama Punya Ruang

Meski preferensi konsumen bergeser, Octavianus menilai ketiga kelas mesin utama, yaitu 110cc, 125cc, dan 160cc, masih punya ruang tumbuh yang sama besar.

"Dari tiga kategori ini yang masih potensi ruang untuk grow-nya masih gede yang mana? Tiga-tiganya dong," ujarnya.

Tantangan bagi pabrikan adalah menjaga harga tetap kompetitif di tengah konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga. Karena itu, spesifikasi kendaraan perlu disesuaikan agar peningkatan fitur dan performa tidak membuat banderolnya melampaui daya beli target pasar.

Salah satu contohnya terlihat di segmen 125 cc, ketika pemilihan sistem pendingin mesin, baik udara maupun radiator, dapat menjadi pertimbangan untuk menyeimbangkan performa dan biaya produksi. Dengan begitu, harga jual tetap bisa dijaga agar tidak terlalu mendekati kelas mesin di atasnya.

Fleksibilitas dalam meracik produk juga diperlukan untuk menjangkau konsumen kelas menengah. Mereka bersedia membayar lebih selama spesifikasi, citra produk, dan kepraktisan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Kaji Perluasan Cakupan PBI-JK hingga Desil 8, Jangkau 80 Persen Penduduk
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Ombudsman: Pemda perkuat sistem logistik dasar selama masa darurat bencana
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenekraf Tetapkan Bantul dan Padang sebagai Kandidat Kota Kreatif UNESCO 2027, Unggulkan Kriya dan Gastronomi
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Wagub Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Aliran Uang ke Perwira Polri NTB Terungkap di Sidang Lalu Ahmad Zaini, Ini Kata Kombes Kholid
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.