Liputan6.com, Jakarta - *Kapolri Buka Suara soal Penyadapan Ilegal Presiden*
*Kapolri Sebut Ungkap Kasus Penyadapan Bukan Persaingan Internal Polri*
Advertisement
Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto buka suara terkait penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah nama perwira tinggi Polri.
Hal tersebut disampaikan oleh Suyudi setelah menerima kunjungan Persatuan Purnawirawan (PP) Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kamis (5/11/2026).
"Kami meyakinkan bahwa ini semua murni dalam bentuk penegakan hukum dan tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apa pun," kata Suyudi.
Menurut dia, hal tersebut murni untuk kebaikan Korps Bhayangkara tersebut.
"Kami ingin Polri tetap solid dan tetap menjadi sandaran masyarakat. Ini murni untuk kebaikan institusi Polri yang kita cintai dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, bangsa, dan negara," jelas Suyudi.
Dia menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri di Indonesia untuk tetap fokus dalam menjalankan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui semangat polisi bersama masyarakat," ujarnya.




