-
-
-
-
-
Cumicumi.com, JAKARTA - Duduk di kursi di ruang sidang, apa pun status seseorang, bukan perkara mudah. Tekanannya luar biasa. Sorotan mata para hakim, rentetan pertanyaan JPU, juga cecaran para pengacara tak ubahnya berondongan peluru yang siap merobek tubuh dalam sekejap.
Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo pasti merasakan vibes ini saat duduk di kursi saksi persidangan kasus pencemaran nama baiknya di PN Jaktim hari ini, Rabu (5/11). Selama kurang lebih 3 jam duduk di kursi saksi pelapor ia merasakan sorot mata para majelis hakim kepadanya. Ia juga harus siap diberondong pertanyaan investigatif dari JPU, ditambah rentetan pertanyaan memojokkan dari para lawyer terdakwa.
Belum lagi tekanan psikologis dalam dirinya sendiri, karena sebagai mantan pemimpin negara ini, ia seperti diadili oleh orang-orang yang pernah dipimpinnya. Simak bagaimana Refly Harun mencecarnya dengan telunjuk mengarah ke Jokowi. Prilaku yang sempat membuat ruang sidang panas dan Refly sampai berteriak-teriak. Secara psikologis, Jokowi pasti sangat tertekan. Apalagi harus menjawab pertanyaan Lawyer Abdul Ghofur yang, pertanyaan-pertanyaannya terlalu detil dan teknis seperti dosen sedang menguji mahasiswanya. Saking detilnya, sampai-sampai ada pengunjung yang nyeletuk, untuk tempat Jokowi buang air, tidak masuk fakta persidangan.
Tapi lihatlah bagaimana Jokowi menghadapi situasi tersebut. Ia tenang dan bahkan sangat tenang. Suaranya datar, gesturnya tenang, tidak memperlihatkan tanda-tanda kegelusahan dan ketidaknyamanan. Rasa-rasanya hanya pribadi dengan kualitas pengendalian tingkat suhu yang mampu memperlihatkan sikap seperti ini.
Inilah kekuatan Jokowi, kekuatan yang tidak akan dimiliki pihak manapun yang saat ini terus menyerangnya.





