Grid.ID - Baru-baru ini, Wardatina Mawa mengunggah sebuah video tentang alasan tak lepas cadar usai bercerai. Publik pun menyoroti cara sang Selebram yang berbeda dengan Inara Rusli yang justru memilih untuk membuka cadarnya.
Ya, Inara Rusli memang pernah memilih untuk membuka cadarnya usai berpisah dari sang mantan suami, Virgoun. Diberitakan Grid.ID sebelumnya, momen Inara Rusli membuka cadarnya pun menyita perhatian publik.
Dirinya mengaku siap menerima hujatan dari banyak orang. Ia berharap mendapatkan rezeki untuk menafkahi anaknya usai membuka cadar tersebut.
"Insya Allah (siap)," ujarnya.
Bully-an nggak ada artinya apa-apa buat saya," lanjutnya.
"Yang paling penting buat saya, saya bisa mendampingi anak-anak saya," tuturnya.
Inara Rusli mengungkap bahwa dirinya terpaksa membuka kembali cadar yang selama ini ia kenakan. Pasalnya, ia tengah berjuang untuk mendapatkan hak asuh anak dan mencari nafkah untuk anak-anaknya saat itu.
"Unsur darurat di sini, jadi mudah-mudahan teman-teman media semuanya, netizen, tidak berburuk sangka sama aku, karena berjuang buat anak-anak aku," terangnya.
Inara diketahui memilih untuk lepas cadar usai bercerai dari Virgoun. Sejak saat itu, ia memilih tampil di publik tanpa cadar.
Sedangkan, hal berbeda justru dilakukan oleh Wardatina Mawa. Melalui akun Instagram pribadinya, @wardatinamawaaaa, ia mengunggah sebuah video.
Dirinya menuliskan bahwa prinsipnya untuk tetap bercadar tidak akan berubah meski kini statusnya sudah bukan sebagai seorang istri. Ia mengaku belajar banyak hal usai menjalani perceraian.
"Status boleh berubah, prinsip tetap on point," tulisnya.
"Setelah perceraian, aku sedang belajar menata hidup lagi, memulai babak baru, dan menemukan versi terbaik diriku sendiri," tulisnya.
Ibu satu anak itu mengungkap bahwa banyak hal berubah selama proses perceraiannya dengan Insanul Fahmi. Kendati begitu, ia tetap menjaga prinsip untuk memakai cadar.
"Banyak hal yang berubah, tapi aku nggak mau kehilangan prinsip yang selama ini aku jaga," sambung dia.
Mawa, sapaan akrabnya, menuliskan bahwa cadar adalah bagian dari perjalanan hijrahnya. Ia tak ingin orang lain menilai bahwa cadar hanya sekadar identitasnya.
Dirinya juga menuliskan bahwa akan tetap berusaha bertumbuh meski keadaannya telah berubah. Ia mengaku ingin mendekatkan diri pada Allah.
"Cadar ini bukan sekadar identitas, tapi bagian dari perjalanan hijrahku, saksi dari banyak cerita dan proses yang nggak semua orang tahu," sambungnya.
"Pelan-pelan, aku ingin terus bertumbuh, memperbaiki diri, dan tetap mendekat dengan Allah," sambung Mawa.
Ia juga menyinggung bahwa hidupnya yang baru sebagai seorang janda tak akan mengubah prinsipnya untuk tetap memakai cadar. Ia bahkan meminta doa agar tak lepas cadar.
"Aku mungkin memulai hidup yang baru, tapi bukan berarti harus kehilangan prinsip yang lama aku jaga," tulisnya.
"Mohon doanya ya teman-teman," pungkas Mawa. (*)
Artikel Asli




