Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin membahas percepatan revitalisasi Stasiun Gambir bersama Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi tersebut nantinya akan terintegrasi dengan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Hal itu disampaikan Bobby usai mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
"Barusan dipanggil Presiden membicarakan dua hal. Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, di mana nanti di Monas ini itu akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi semua," kata Bobby.
Bobby menjelaskan, revitalisasi tidak hanya dilakukan terhadap Stasiun Gambir, tetapi juga mencakup kawasan Taman Monas. Kedua kawasan tersebut akan ditata menjadi satu kawasan yang terintegrasi.
"Jadi Monasnya, Taman Monas-nya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambir-nya. Itu yang pertama," ujarnya.
Menurut Bobby, revitalisasi Stasiun Gambir akan dilakukan dalam dua tahapan. Keseluruhan proses revitalisasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun.
"Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan, kedua tahapan itu akan memakan waktu dua tahun," ungkapnya.
Selain itu, Bobby mengatakan, revitalisasi Stasiun Gambir juga akan memperhatikan konektivitas dengan moda transportasi lain, termasuk MRT Jakarta.
"Iya, kami sampaikan juga bahwa nanti antara koridor yang ada di timur yaitu di Stasiun Gambir, kemudian dengan MRTJ di koridor baratnya, itu akan tersambung," jelasnya.
Dalam pertemuan yang sama, Bobby juga melaporkan rencana pembangunan layanan kereta api di Bali kepada Prabowo. Jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata hingga Canggu.
"Yang kedua, adalah juga kami menyampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali, fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke Utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu. Dua hal itu yang kita bicarakan dengan Bapak Presiden," pungkasnya.





