Jakarta: Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menilai pasar kondominium Jakarta masih diwarnai sentimen kehati-hatian pada kuartal III-2026. Pembeli cenderung memilih unit siap huni atau yang hampir selesai dibangun, menunjukkan pentingnya kepastian penyelesaian proyek dalam keputusan pembelian.
"Kondisi ini menunjukkan pembeli cenderung lebih mempertimbangkan kepastian penyelesaian proyek sebelum mengambil keputusan pembelian," ungkap Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, dalam acara JLL Media Briefing 3Q 2026, Kamis, 5 November 2026.
Kondisi tersebut tercermin dari volume transaksi yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal III 2026, terdapat sekitar 4.300 unit kondominium yang belum terjual di Jakarta.
JLL mencatat tingkat penjualan kumulatif kondominium Jakarta mencapai sekitar 83 persen dari total proyek yang dipantau. Namun, capaian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan penguatan permintaan. Sebab, tingkat penjualan tersebut lebih banyak dipengaruhi keterbatasan pasokan baru dibandingkan peningkatan aktivitas pembelian.
Kondisi tersebut tercermin dari volume transaksi yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal III 2026, terdapat sekitar 4.300 unit kondominium yang belum terjual di Jakarta.
JLL mencatat tingkat penjualan kumulatif kondominium Jakarta mencapai sekitar 83 persen dari total proyek yang dipantau. Namun, capaian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan penguatan permintaan. Sebab, tingkat penjualan tersebut lebih banyak dipengaruhi keterbatasan pasokan baru dibandingkan peningkatan aktivitas pembelian.
Keterbatasan pasokan disebabkan tidak adanya peluncuran proyek kondominium baru sepanjang kuartal III 2026, sehingga membuat pilihan unit di Jakarta semakin terbatas. Di tengah kondisi tersebut, pengembang cenderung menahan peluncuran proyek baru dan berfokus memasarkan persediaan unit yang sudah tersedia.
Sementara itu, harga rata-rata kondominium tercatat sebesar Rp31,8 juta per meter persegi, dengan kenaikan terbatas sebesar 0,4 persen secara kuartalan. Sedangkan segmen kondominium kelas atas hingga mewah atau upper to luxury menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan segmen lainnya.
Kondominium di Bodetabek juga lesu Sementara itu, harga rata-rata kondominium tercatat sebesar Rp31,8 juta per meter persegi, dengan kenaikan terbatas sebesar 0,4 persen secara kuartalan. Sedangkan segmen kondominium kelas atas hingga mewah atau upper to luxury menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan segmen lainnya.
Baca Juga :
Okupansi Perkantoran CBD Jakarta Tembus 72% pada Kuartal III-2026Kondisi pasar kondominium di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) juga masih relatif lesu. JLL mencatat tingkat penjualan kumulatif di kawasan Greater Jakarta berada di kisaran 83 persen, dengan jumlah unit yang belum terjual mencapai sekitar 21.500 unit pada kuartal III-2026.
Meski demikian, pasar Bodetabek mencatat peluncuran proyek baru sebanyak 88 unit pada periode tersebut. Harga rata-rata kondominium mencapai Rp20,2 juta per meter persegi, meningkat satu persen dibandingkan kuartal I-2026.
JLL menjelaskan, kenaikan harga tersebut lebih dipengaruhi perubahan komposisi proyek yang dipasarkan, bukan kenaikan harga pada proyek-proyek eksisting. Masuknya proyek baru dan pembatalan proyek dengan harga lebih rendah turut memengaruhi perhitungan rata-rata harga.
(JLL media Briefing 3Q 2026. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan)
Senior Director, Strategic Consulting JLL Indonesia Milda Abidin mengatakan, sejumlah proyek berskala kecil dengan jumlah unit terbatas masih mendapatkan respons positif dari pasar. Minat konsumen dipengaruhi reputasi pengembang, lokasi yang telah berkembang, hingga inovasi konsep hunian yang ditawarkan.
Salah satu konsep yang mulai diminati yakni kondominium small office home office (SOHO) dengan unit mezanin dan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kondominium bertingkat rendah atau low-rise condominium juga memiliki peminat, terutama dari kalangan pengguna akhir yang mencari hunian untuk ditempati.
"Selain itu, kondominium bertingkat rendah juga diminati dengan sasaran end-user. Pada kuartal ketiga ini, satu proyek kondominium di segmen kelas atas diluncurkan di Tangerang," kata Milda.
Proyek baru tersebut mengusung konsep kondominium bertingkat rendah dengan pemandangan laut. Pengembang juga menawarkan tipe penthouse yang dirancang dalam dua lantai.
Selain peluncuran proyek baru, sejumlah proyek kondominium di Tangerang dan Bekasi juga menyelesaikan pembangunan pada kuartal III-2026. Proyek-proyek tersebut menawarkan konsep beragam. Mulai dari SOHO dengan unit mezanin hingga hunian yang mengedepankan gaya hidup sehat melalui ruang terbuka dan hutan kota. (Slesha Septifanie Gunawan)




