dr Tifa Singgung Jurusan Kuliah, Jokowi: Wong Saya yang Mahasiswa

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pertanyaan kuasa hukum Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa mengenai jurusan yang ia ambil saat kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). dr Tifa mempertanyakan penggunaan istilah Teknologi Kayu yang disebut Jokowi untuk menyebut bidang studinya.

Jokowi mengatakan, dirinya yang menjalani pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, bukan dr Tifa. Karena itu, ia merasa lebih mengetahui bidang studi yang pernah ditempuhnya.

Hal itu disampaikan Jokowi saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).

Awalnya, dr Tifa membahas riwayat pendidikan Jokowi dan mengkonfirmasi sejumlah hal kepadanya. Ia kemudian menyinggung nama jurusan yang diambil Jokowi saat kuliah. dr Tifa mempertanyakan penggunaan istilah Teknologi Kayu atau Teknologi Hasil Hutan.

"Diwawancara di TV One oleh seorang pewawancara, kami juga nanti akan menyampaikan itu sebagai barang bukti, Saudara Saksi mengatakan bahwa 'saya sarjana teknologi kayu',' cecar dr Tifa.

"Apakah Saudara Saksi tahu bahwa tidak ada atau pada jurusan di Fakultas Kehutanan UGM? Adanya adalah Teknologi Hasil Hutan," sambungnya.

Jokowi kemudian menjawab dengan menyinggung pengalaman dr Tifa. Ia mengatakan, dirinya yang menjalani kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, bukan dr Tifa.

"Wong yang menjalani jadi mahasiswa di Kehutanan saya kok, bukan Dokter Tifa," jawab Jokowi.

dr Tifa kemudian menyampaikan keberatan kepada majelis hakim atas jawaban Jokowi tersebut.

Jokowi kembali menjelaskan sistem jurusan yang berlaku di Fakultas Kehutanan UGM. Menurutnya, meski fakultas tersebut tidak menggunakan pembagian jurusan secara formal, mahasiswa mengetahui bidang studi yang mereka tekuni.

"Tadi sudah saya sampaikan bahwa di Fakultas Kehutanan itu tidak ada jurusan. Tapi kami tahu sama tahu siapa yang masuk di jurusan silvikultur, siapa yang masuk di jurusan konservasi, siapa yang berada di posisi ekonomi kehutanan, dan siapa yang berada di teknologi kayu atau teknologi hasil hutan," terang Jokowi.

Berawal dari Laporan Ajudan Jokowi

Perkara ini bermula dari laporan ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah. Ia menemukan sejumlah unggahan media sosial yang memuat narasi dugaan ijazah palsu.

Pada 26 Maret 2025, saat sedang dalam perjalanan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Syarif memperlihatkan tiga unggahan awal kepada Jokowi. Dua unggahan berasal dari YouTube dan satu lainnya dari platform X.

Unggahan tersebut menuduh ijazah S-1 Jokowi dari UGM palsu.

Setelah mengetahui unggahan tersebut, Jokowi menginstruksikan Syarif untuk menghubungi tim penasihat hukum guna melacak dan mengumpulkan bukti unggahan serupa yang beredar di media sosial.

Pengumpulan dan pelaporan bukti berlanjut pada periode 22 April hingga 21 Mei 2025. Saat itu, di kediaman Jokowi di Kompleks Lemigas, Jakarta Selatan, Syarif kembali memperlihatkan kumpulan 28 unggahan media sosial yang menyebarkan isu ijazah palsu.

Dari 28 unggahan yang dilaporkan Syarif tersebut, ditemukan sejumlah konten yang secara spesifik mengarah kepada dr Tifa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Australia Kerahkan Pesawat C-130 untuk Bantu Indonesia Padamkan Karhutla Kaltim
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alasan Hakim Vonis Hery Susanto Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Habiburokhman Sebut RUU Perampasan Aset Bakal Pertegas Koruptor Bisa Dijatuhi Hukuman Mati
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Silmy Karim Klaim Jadi Korban Kriminalisasi KPK
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Menko Polkam: Dinamika di Polri Bagian dari Proses Pembenahan, Masyarakat Tidak Perlu Resah
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.