Peris.ai Raih Juara Pertama Kompetisi AI ASEAN-Korea, Kalahkan 23 Startup dari 12 Negara

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Startup keamanan siber asal Indonesia, Peris.ai Cybersecurity, berhasil meraih penghargaan tertinggi Best Award – 1st Place dalam Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026 di Filipina. Peris.ai mengungguli 23 finalis lainnya dalam kompetisi yang mempertemukan 24 startup dari 11 negara ASEAN dan Korea Selatan tersebut.

Penghargaan yang diberikan pada 4–5 November 2026 ini menjadi pengakuan internasional terhadap inovasi Agentic AI dan Hyperautomation yang dikembangkan Peris.ai untuk menjawab tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Atas pencapaian tersebut, Peris.ai juga memperoleh hadiah utama sebesar USD20.000.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Korea Selatan dengan dukungan ASEAN–Korea Cooperation Fund (AKCF). Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi serta kolaborasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di kawasan ASEAN dan Korea Selatan.

Penghargaan diterima langsung oleh David Nathan, Chief Business Officer (CBO) Peris.ai, bersama Eva Sit dan Regina Cintya dari tim Business Development Peris.ai.

Prestasi ini memperkuat posisi Peris.ai sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang telah merambah pasar internasional. Perusahaan tersebut memiliki kantor di Indonesia, Singapura, dan Dubai, serta melayani pelanggan di berbagai negara, mulai dari Australia hingga Jerman.

Kembangkan Teknologi Keamanan Siber Berbasis AI

Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital, Peris.ai mengembangkan pendekatan Agentic AI & Hyperautomation Cybersecurity. Teknologi ini menggabungkan kecerdasan buatan, orkestrasi keamanan, otomatisasi, dan keahlian manusia untuk mendukung operasional keamanan siber yang lebih terintegrasi.

Salah satu teknologi utama yang dikembangkan adalah BrahmaFusion, platform orkestrasi dan otomatisasi keamanan siber berbasis Agentic AI dan Hyperautomation. Platform ini memungkinkan organisasi menghubungkan berbagai sistem keamanan, mengotomatisasi proses investigasi dan penanganan insiden, serta meningkatkan koordinasi antarproses keamanan.

Melalui teknologi tersebut, organisasi dapat meningkatkan visibilitas terhadap ancaman dan insiden keamanan, memprioritaskan penanganan risiko, mengurangi pekerjaan manual yang berulang, hingga mempercepat respons terhadap potensi serangan siber.

“Penghargaan ini menjadi pengakuan terhadap inovasi yang terus kami kembangkan di Peris.ai. Seiring meningkatnya kompleksitas ancaman cybersecurity, kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap pemanfaatan AI dan otomatisasi dalam operasional keamanan. Dengan pengalaman kami melayani pasar internasional, kami ingin terus menghadirkan teknologi yang relevan untuk membantu organisasi memperkuat ketahanan sibernya, termasuk di kawasan ASEAN,” ujar David Nathan, Chief Business Officer Peris.ai.

Perluas Kolaborasi di Pasar Internasional

Kemenangan dalam Korea–ASEAN AI Youth Festa 2026 menjadi salah satu pencapaian penting bagi Peris.ai dalam memperluas kontribusi teknologi keamanan siber Indonesia di pasar global.

Melalui kehadirannya di sejumlah negara dan partisipasi dalam ekosistem inovasi internasional, Peris.ai terus membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan, mitra teknologi, serta pemangku kepentingan industri untuk memperkuat keamanan digital.

Seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam transformasi industri, Peris.ai berkomitmen mengembangkan teknologi keamanan siber yang adaptif dan terintegrasi guna membantu organisasi menghadapi ancaman digital yang terus berkembang.

Penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan daya saing inovasi teknologi Indonesia dalam ekosistem AI global, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan siber di tengah pertumbuhan ekonomi digital ASEAN.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Kaltim Tak Lanjutkan Usulan Karhutla Bencana Nasional, Ini Alasannya
• 15 jam laludetik.com
thumb
Hotspot Karhutla Sumsel Tinggal 6 Titik, PALI dan OKU Selatan Masih Diselimuti Udara tak Sehat
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Mengapa Pembalut Dikenakan Pajak?
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Bakom Ajak Masyarakat Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bareskrim: Listyo Sigit Cs Ditahan di Mako Brimob!
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.