Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, menggelar Festival Seni Budaya (FSB) Badung XV Tahun 2026 dengan melibatkan 1.925 seniman dan 81 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya melestarikan seni serta budaya tradisional Bali.
Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-15 tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Badung di tengah perkembangan zaman.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan penyelenggaraan festival merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan seni dan budaya lokal tetap hidup, berkembang, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Penyelenggaraan festival ini merupakan langkah nyata kami dalam melestarikan seni dan budaya lokal,” ujar Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Kamis.
Menurutnya, Festival Seni Budaya Badung memiliki peran strategis sebagai sarana mempertahankan identitas budaya masyarakat, terutama dalam menghadapi pengaruh globalisasi yang semakin kuat.
Pemkab Badung memandang perkembangan globalisasi sebagai tantangan bagi keberlangsungan kesenian tradisional sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kekuatan identitas budaya ini yang kami harapkan bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan dari para leluhur kami,” kata Adi Arnawa.
Festival Seni Budaya Badung 2026 Berlangsung hingga 16 NovemberBupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya Badung XV Tahun 2026 diselenggarakan hingga 16 November 2026 sebagai wujud keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelestarian dan pengembangan budaya lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Badung menyediakan ruang bagi seniman dan pelaku budaya untuk menampilkan kemampuan, mempertunjukkan karya, serta memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat luas.
Festival ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kesenian guna mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
“Kami memberikan ruang kepada para seniman, generasi muda untuk menunjukkan seni dan kreativitasnya hingga nanti diharapkan akan bermunculan hasil-hasil karya yang melestarikan seni dan budaya,” jelas Adi Arnawa.
Pemerintah daerah berharap keterlibatan generasi muda dapat mendorong munculnya karya-karya seni baru yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya tradisional Bali.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, festival tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara seniman, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan kesenian lokal.
Hadirkan Parade Budaya hingga Sanggar Seni dari Luar BaliKepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya Badung 2026 dikemas melalui berbagai kegiatan yang menampilkan keberagaman ekspresi seni dan kreativitas peserta.
Rangkaian kegiatan festival meliputi parade seni budaya, berbagai perlombaan, pagelaran kesenian, serta pameran karya seni dan budaya yang dapat dinikmati masyarakat.
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan seniman lokal dari Bali, tetapi juga melibatkan kelompok kesenian dan sanggar seni dari sejumlah daerah lain di Indonesia.
Sejumlah peserta dari luar Bali yang turut memeriahkan kegiatan tersebut berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung, Jawa Barat, serta sanggar seni dari Sumatera Barat.
Kehadiran kelompok kesenian dari berbagai daerah diharapkan dapat memperkaya ragam pertunjukan sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran kreativitas antarpelaku seni budaya.
Partisipasi seniman lintas daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi masing-masing wilayah kepada masyarakat yang menghadiri festival.
Sebanyak 1.925 Seniman dan 81 UMKM Meriahkan FestivalI Gede Sukadana mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Festival Seni Budaya Badung XV Tahun 2026 melibatkan sebanyak 1.925 seniman yang berpartisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Selain ribuan seniman, festival tersebut juga diramaikan oleh 81 pelaku UMKM asal Kabupaten Badung yang turut mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Festival Seni Budaya tahun ini diikuti 1.925 orang seniman dan diramaikan oleh 81 UMKM dari Badung,” ungkap I Gede Sukadana.
Keterlibatan puluhan UMKM menunjukkan bahwa penyelenggaraan festival tidak hanya berfokus pada pelestarian kesenian tradisional, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.
Partisipasi pelaku usaha tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.
Melalui Festival Seni Budaya Badung XV Tahun 2026, Pemkab Badung berupaya memperkuat pelestarian warisan budaya Bali, menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda, memperluas interaksi budaya antardaerah, serta mendorong keterlibatan pelaku ekonomi lokal.




