JAKARTA, DISWAY.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat program revitalisasi Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Proyek ini menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan Monumen Nasional (Monas) yang nantinya akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, termasuk MRT Jakarta.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, telah melaporkan perkembangan dan percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, pada Kamis, 5 November 2026.
BACA JUGA:Perempuan Lentera Kehidupan, Hadir dalam 12 Potret Terbaik dari Ratusan Jurnalis Nasional di MRT Bundaran HI
Bobby menjelaskan, revitalisasi Stasiun Gambir tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas stasiun.
Pemerintah juga menyiapkan penataan kawasan Monas agar menjadi kawasan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.
"Percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, di mana nanti di Monas ini akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi semua. Jadi Monas-nya, Taman Monas-nya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambir-nya," kata Bobby.
Revitalisasi Stasiun Gambir Berlangsung Dua Tahun
Dalam penjelasannya, Bobby menyebut proyek revitalisasi Stasiun Gambir akan dilaksanakan melalui dua tahapan pembangunan.
BACA JUGA:Asyik! Pemerintah Kasih Tarif Rp80 Khusus KRL, LRT, MRT dan KAJJ di HUT ke 80 RI
Secara keseluruhan, proses revitalisasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
"Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan, kedua tahapan itu akan memakan waktu dua tahun," ujarnya.
Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas Stasiun Gambir sekaligus mendukung penataan kawasan Monas sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat dan wisata di Jakarta.
Dengan adanya pembenahan tersebut, kawasan Gambir dan Monas diharapkan memiliki konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum.
Stasiun Gambir Bakal Terhubung dengan MRT Jakarta
- 1
- 2
- »





