Batik yang Dipakai Jokowi di Sidang Ijazah Palsu Jadi Sorotan, Ternyata Punya Makna Tersirat

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Penampilan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri sidang perkara polemik ijazah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), menarik perhatian. Kali ini, bukan hanya kehadirannya sebagai saksi yang menjadi sorotan, melainkan juga pilihan busana batik bernuansa cokelat yang dikenakannya.

Berbeda dari sejumlah penampilan sebelumnya ketika kerap mengenakan kemeja putih, Jokowi datang dengan batik bermotif kontemporer dan peci hitam. Corak pada kain tersebut terlihat memiliki pola abstrak yang sekilas mengingatkan pada teknik pewarnaan shibori dari Jepang atau jumputan modern.

Baca Juga :
Jokowi Buka Suara soal Wacana Pemakzulan Gibran, Ini Responsnya
Jokowi Tanggapi Roy Suryo yang Tertawa Saat Ijazahnya Ditunjukkan di Sidang

Pilihan batik memang bukan hal baru bagi Jokowi. Selama menjabat sebagai presiden, ia kerap mengenakan beragam motif batik dalam agenda kenegaraan maupun kunjungan kerja. Salah satu yang cukup dikenal adalah batik Parang dengan pola diagonal menyerupai ombak.

Motif klasik tersebut memiliki filosofi kesinambungan, keteguhan, dan semangat pantang menyerah. Jokowi juga pernah mengenakan Parang Barong Seling Kembang Udan Riris saat menghadiri Istana Berbatik pada 1 Oktober 2023. Motif Parang Barong dikaitkan dengan ketegasan pemimpin, sedangkan Udan Riris melambangkan kesejukan dan harapan akan kebaikan.

Selain Parang, koleksi batik Jokowi juga mencakup motif Kawung, Padi Seikat, Rajawali, Sudagaran, hingga corak kontemporer. Dalam keterangannya pada 2015, ia bahkan mengaku memiliki ratusan koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengenal Shibori dan Filosofi Wabi-Sabi

Motif batik yang dikenakan Jokowi dalam persidangan tersebut belum dipastikan dibuat menggunakan teknik shibori. Namun, pola visualnya mengingatkan pada teknik pewarnaan kain tradisional Jepang yang mengandalkan proses ikat, lipat, jahit, atau tekan sebelum kain dicelupkan ke dalam pewarna.

Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian menjelaskan, proses tersebut dapat menghasilkan pola abstrak maupun geometris. Teknik ini memiliki kemiripan dengan jumputan di Indonesia, meski keduanya berkembang melalui tradisi dan karakter motif yang berbeda.

Salah satu nilai estetika yang dapat dikaitkan dengan shibori adalah wabi-sabi, filosofi Jepang yang memandang keindahan dalam ketidaksempurnaan. Dalam perspektif ini, sesuatu tidak harus simetris, seragam, atau sempurna untuk terlihat indah.

Baca Juga :
Jokowi Akui Tersinggung dengan dr. Tifa, Ini yang Membuatnya Marah
Murka Jokowi Karena Orang Tua Ikut Terseret Tudingan Ijazah Palsu: Siapa Tidak Sakit?
Jokowi Bocorkan Alasan Dirinya Kini Tak Kenakan Kacamata di Sidang Dokter Tifa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Ini Persyaratannya
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Polres Malang Gelar Apel Kesiapan Tanggap Bencana Hidrometeorologi, Siapkan 800 Personel
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
PP Polri Dukung Kapolri Tindak Pelaku Penyadapan Terhadap Presiden
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Pasien Lecehkan Perawat di Bantul: Gemas
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Habiburokhman Kecewa soal Kabar Komisi III DPR Jadi Korban Penyadapan Listyo Sigit Cs
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.