Jakarta, VIVA - Persaingan industri otomotif di Indonesia semakin ketat dengan masuknya sejumlah merek baru yang menawarkan beragam model kendaraan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Hyundai untuk mempertahankan bisnisnya di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pasar.
Meski demikian, PT Hyundai Motors Indonesia mengklaim masih mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen pada 2026.
COO PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan pencapaian tersebut diraih ketika industri otomotif menghadapi berbagai tekanan eksternal. Mulai dari kondisi geopolitik global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga kenaikan suku bunga.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi sektor otomotif karena berkaitan dengan situasi ekonomi makro. Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, Hyundai masih mampu mempertahankan pertumbuhan bisnisnya di Indonesia.
"Pasar otomotif di Indonesia sedang tumbuh. Tapi jangan lupa bahwa sebenarnya secara eksternal faktornya, pressure atau tekanannya itu sangat-sangat besar," ujar Frans di Jakarta.
Dia juga mengakui persaingan semakin agresif karena sejumlah pemain baru terus memperkenalkan model kendaraan. Situasi tersebut membuat Hyundai harus mempertahankan strategi agar produknya tetap memiliki daya saing di pasar domestik.
Salah satu pendekatan yang dijalankan adalah menyediakan pilihan kendaraan dengan teknologi penggerak berbeda. Hyundai mempertahankan portofolio produk bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik murni.
"Hyundai tetap mempertahankan balance all trend sebagai strategi kita untuk penetrasi ke otomotif Indonesia. Kita punya kelengkapan produk mulai dari produk all-invasion, hybrid sampai dengan EV," katanya.
Di antara berbagai model yang dipasarkan, Stargazer Cartenz menjadi kontributor terbesar penjualan Hyundai. Fransiscus mengungkapkan kontribusi model tersebut bahkan telah melampaui 75 persen dari total penjualan perusahaan.
Performa Stargazer Cartenz juga mengalami peningkatan setelah Hyundai melakukan penyesuaian harga atau repricing pada Juli 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan GIIAS.
Sebelum penyesuaian harga tersebut, penjualan Stargazer Cartenz berada di kisaran 600-700 unit. Setelah itu, angkanya meningkat dan mampu bertahan di atas 1.000 unit selama empat bulan berturut-turut.
Fransiscus menyebut penjualannya sempat mencapai 1.200 unit dan 1.100 unit, kemudian tetap berada di kisaran 1.000 unit per bulan.





