Bukan Cuma Wall Street yang Ambruk, Indeks Saham Korsel Juga Anjlok hingga 8,55%

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Tekanan di pasar saham global tidak hanya terjadi di Wall Street, Amerika Serikat (AS). Bursa saham Korea Selatan juga mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan Jumat (6/11), dengan indeks Korea Composite Stock Price Index (Kospi) sempat anjlok hingga 8,55 persen dan memicu penghentian sementara perdagangan atau circuit breaker.

Mengutip Yonhap News Agency, Kospi merosot 460,33 poin atau 8,55 persen ke level 4.923,47 pada pukul 09:25 waktu setempat. Posisi tersebut turun dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 5.383,80.

Penurunan tersebut membuat Kospi untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir kembali menembus level di bawah 5.000 selama perdagangan intraday.

Korea Exchange (KRX) mengaktifkan mekanisme circuit breaker pada pukul 09:03 waktu setempat setelah indeks mengalami penurunan lebih dari 8 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Akibatnya, perdagangan seluruh saham di papan utama Korea Selatan dihentikan sementara selama 20 menit. Penghentian ini bertujuan memberikan waktu bagi investor untuk mengevaluasi kondisi pasar di tengah tekanan jual yang tajam. Aktivasi tersebut menjadi yang kesepuluh kalinya sepanjang 2026.

Saham Teknologi dan Semikonduktor Berguguran

Tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham teknologi dan semikonduktor. Saham Samsung Electronics anjlok 9,98 persen, sementara saham SK Hynix merosot 11,63 persen pada perdagangan pagi.

Selain itu, saham Hyundai Motor turun 6,47 persen, KB Financial melemah 5,03 persen, dan Hanwha Aerospace terkoreksi 4,56 persen.

Pelemahan bursa Korea Selatan tidak terlepas dari aksi jual saham teknologi di Wall Street pada perdagangan Kamis (5/11) waktu AS. Investor mengkhawatirkan kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela AS dapat mendorong regulasi lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan potensi pembatasan pembangunan pusat data atau data center di AS. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memperlambat ekspansi infrastruktur AI dan memengaruhi prospek perusahaan semikonduktor yang menjadi pemasok utama teknologi tersebut.

Selain sentimen industri AI, kenaikan harga minyak dunia setelah adanya laporan kerusakan sedikitnya lima kapal tanker di Selat Hormuz turut menambah kekhawatiran investor.

Tekanan juga terlihat pada pasar valuta asing Korea Selatan. Nilai tukar won tercatat berada di level 1.357,4 per dolar AS pada pukul 09.25 waktu setempat, melemah 1,9 won dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, aksi jual di pasar saham Korea Selatan juga terjadi pada indeks Kosdaq. Indeks saham perusahaan berkapitalisasi kecil tersebut sempat turun sekitar 6 persen dan memicu mekanisme sell-side sidecar untuk meredam volatilitas perdagangan.

Wall Street Ikut Ambruk

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami aksi jual besar-besaran pada perdagangan Kamis (5/11). Indeks Nasdaq Composite menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 5,52 persen ke level 24.315.

Berdasarkan data penutupan perdagangan yang dilaporkan Reuters, indeks S&P 500 juga anjlok 4,4 persen ke level 7.353,73. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot 3,4 persen atau kehilangan 1.833,06 poin ke level 51.523,06. Indeks Russell 2000 yang mencerminkan saham-saham berkapitalisasi kecil turut terkoreksi 4,4 persen ke level 2.729,89.

Penurunan S&P 500 tersebut menjadi yang terdalam sejak April 2025, ketika pasar saham global terguncang oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Tekanan di Wall Street terutama berasal dari saham-saham teknologi dan perusahaan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur AI. Indeks Philadelphia Semiconductor bahkan anjlok sekitar 12,25 persen, menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 2020.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan FIFA Larang Timnas Portugal Pensiunkan Nomor Tujuh Cristiano Ronaldo
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Lantik Achmad Taufik Husein Jadi Direktur Penyidikan
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tim Gabungan Bongkar 48 Bangunan Liar di Kampung Bahari
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyadapan Presiden Jadi Momentum Bersih-Bersih Polri, Pengamat: Siapa Mengawasi Pucuk Pimpinan?
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Jamin Tak Ada Cetak Sawah-PSN di Taman Nasional Wasur yang Terbakar
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.