BEI Sebut Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Tembus Rp 89,46 Triliun hingga 2026

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pasar modal RI telah menghimpun pembiayaan berkelanjutan melalui penerbitan obligasi dan sukuk berwawasan lingkungan, sosial, dan keberlanjutan dengan nilai akumulasi mencapai Rp 89,46 triliun sejak 2018 hingga 2026.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyatakan pembiayaan tersebut berasal dari 16 penerbit.

“Angka ini menunjukkan bahwa pasar kita memiliki peran nyata dalam menumbuhkan keberlanjutan. Namun, ruang pengembangannya masih luas,” kata Iding dalam sambutannya di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).

Oleh karena itu, Iding menyatakan perluasan partisipasi investor, serta peningkatan aktivitas pendanaan di pasar sekunder harus terus dilakukan. Selain melalui penerbitan obligasi dan sukuk, perkembangan investasi berbasis ESG juga terlihat dari dana kelolaan atau asset under management (AUM) ESG fund.

Berdasarkan catatan Iding, dana kelolaan yang mencakup produk reksa dana nonpasif, reksa dana indeks, dan exchange-traded fund (ETF) tercatat sekitar Rp 5,85 triliun hingga September 2026.

“Perusahaan Indonesia juga akan memberikan green equity designation pada tiga perusahaan yang di dalamnya termasuk juga dalam kategori transition,” ucap Iding.

Menurutnya, berbagai inisiatif itu diharapkan dapat membantu investor mengenali pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan dan pertimbangan keberlanjutan.

BEI dan PHEI Luncurkan ESG Bond Index

Dalam upaya memperkuat ekosistem investasi berbasis ESG tersebut, BEI bersama PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Indonesia ESG Bond Index pada Jumat (6/11).

Kata Iding, peluncuran indeks ini merupakan upaya pasar modal untuk mempertemukan kebutuhan pendanaan perusahaan dengan kebutuhan investasi para investor.

Pasalnya, perusahaan membutuhkan pembiayaan untuk meningkatkan efisiensi energi, menggunakan teknologi yang lebih bersih, serta memperluas manfaat sosial dari kegiatan usahanya.

“Di sisi lain, investor tentu membutuhkan investasi yang kredibel, pilihan instrumen yang beragam, dan acuan yang berguna nilainya, yang bisa diinvestasikan,” sebut Iding.

Berdasarkan keterbukaan informasi, sebanyak 85 persen perusahaan tercatat di BEI telah menyampaikan laporan keberlanjutan pada 2025.

“Dan selain itu juga lebih dari 61 perusahaan dalam indeks IDX-80 itu telah memiliki komitmen ESG. Nah ini menunjukkan bagaimana komitmen keberlanjutan sudah mendatangkan tempat dan menjadi agenda tersendiri dari perusahaan,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Banyak Keseruan yang Bisa Kamu Temukan di USS Jakarta 2026, Siapkan Wishlist!
• 30 menit laluviva.co.id
thumb
Polri Ungkap Lokasi Markas Operasional Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden Prabowo
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Istana Sebut Belum Dengar Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026: Aksi Pebalap Nasional di Level Dunia
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.