UMI Uji Publik Hafidzah, Dua Mahasiswi Tampilkan Hafalan Al-Qur’an

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat pembinaan karakter Islami melalui Program Tahfiz Al-Qur’an.

Salah satunya dengan menggelar Uji Publik Hafidz dan Hafidzah sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan kualitas hafalan mahasiswa. Digelar di Masjid Umar Bin Khattab, Jumat,06/11/2026.

Kegiatan yang dibina Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI ini, menjadi bagian dari komitmen kampus dalam melahirkan generasi Qur’ani.

Dalam uji publik tersebut, dua mahasiswi mengikuti pengujian hafalan, yakni Miftahul Ilmi dari Fakultas Agama Islam (FAI) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), angkatan 2024, asal Bulukumba.

Serta Nurhidayah, mahasiswa FAI Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), angkatan 2024, asal Bontang.

Hafalan keduanya diuji langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan Yayasan Wakaf UMI. Di antaranya Rektor UMI, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, serta Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI.

Sebelum mengikuti uji publik, para peserta telah menjalani sejumlah tahapan pembinaan. Di antaranya Pelatihan Imam Rawatib Tahfiz Qur’an UMI, Halaqah Qur’an Tahfiz Putra di Lanraki, serta pembacaan Yasin Fadilah yang rutin dilaksanakan setiap malam Jumat.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor I UMI, Prof Dr Ir H Dirgahayu A Lantara MT mengatakan, penguatan pendidikan karakter dan dakwah Islami merupakan tanggung jawab seluruh elemen universitas. Tidak hanya menjadi tugas unit tertentu atau pimpinan, tetapi harus tercermin dalam budaya kerja dan perilaku seluruh sivitas akademika.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui pembelajaran dan nasihat. Namun, harus diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai kita mengajarkan kejujuran, tetapi dalam pekerjaan masih mengabaikan integritas. Pendidikan karakter yang kuat bukan hanya melalui apa yang kita ajarkan, tetapi melalui apa yang kita teladani,” ujarnya.

Ia menegaskan, dakwah tidak cukup dilakukan melalui lisan atau dakwah bil lisan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata atau dakwah bil hal.

Prof Dirgahayu juga menekankan bahwa pendidikan dan dakwah Islami merupakan identitas sekaligus fondasi keunggulan UMI. Karena itu, program pembinaan karakter harus terus diperkuat dalam berbagai kondisi.

“Keberadaan Program Tahfiz Al-Qur’an dan Program Pencerahan Kalbu menjadi bagian dari upaya kampus membangun lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” tuturnya.

Kepala Bidang Tahfiz Al-Qur’an UMI, Syarifah Hafsah, mengatakan uji publik hafalan mahasiswa menjadi salah satu upaya melatih mental sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam mempertahankan hafalan.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan setoran hafalan harian yang selama ini dilakukan di hadapan pembina,” ucapnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menghafal, tetapi juga harus memiliki kesiapan mental ketika diuji di hadapan orang lain.

“Melalui uji publik, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga hafalan dan terus meningkatkan kemampuan mereka,” ucapnya.

Kata dia, Program Tahfiz Al-Qur’an UMI merupakan salah satu program unggulan yang telah berjalan sejak 1990. Sebelum bergabung, mahasiswa terlebih dahulu melalui proses seleksi.

“Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni mahasiswa yang mengikuti program berasrama dan mahasiswa yang menghafal tanpa tinggal di asrama,” ungkapnya.

Pembina Tahfiz Al-Qur’an UMI, Dr H Agus Beddu Malla, MA, mengatakan uji publik merupakan tes kompetensi untuk mengetahui kemampuan mahasiswa yang telah menghafal satu hingga lima juz.

Pengujian dilakukan secara terbuka agar keluarga besar UMI dapat menyaksikan langsung perkembangan hafalan mahasiswa.

“Soal hafalan juga diberikan secara acak dan penguji tidak terbatas pada guru pembina, tetapi dapat melibatkan pimpinan, dosen, maupun pihak lainnya,” ucapnya.

Agus menjelaskan, evaluasi hafalan dilaksanakan setiap bulan, sedangkan kegiatan menghafal berlangsung setiap hari kecuali Ahad.

Program ini terbuka bagi mahasiswa dari seluruh 13 fakultas di UMI dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Mahasiswa penghafal Al-Qur’an juga berpeluang memperoleh nilai tambah pada mata kuliah tertentu, terutama mata kuliah agama, ilmu dakwah, dan syariah.

Pada kesempatan tersebut, dukungan terhadap pengembangan pendidikan juga datang dari Bank Muamalat melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa UMI.

Pada kesempatan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan Dzikir, Doa, dan Silaturrahim Bulanan Civitas Akademika dan Keluarga Besar UMI.

Selain ibadah bersama, ada juga penyerahan SK Dosen Tetap YW UMI, pemberian apresiasi kepada karyawan masa purnabakti, serta penyerahan penghargaan bagi dosen dan mahasiswa berprestasi.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menperin dorong Pertamina pakai sagu dalam pengeboran sumur minyak
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Manfaatkan AI dan Storytelling, KemenEkraf Bekali Pelaku Ekraf Rembang Lewat Program Aktif Periklanan
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Momen Panas di Sidang Roy Suryo: Kubu Terdakwa dan Jaksa Debat, Hakim Ancam Usir yang Teriak
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Saham Berguguran, Pesan Lo kheng Hong: Bisa Kaya Asal Punya Ilmu Ini
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Muhammadiyah Resmi Luncurkan ChatHPT, AI untuk Cari Jawaban Persoalan Agama dan Fatwa
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.