Pemkab Kepulauan Seribu Rampungkan Perbaikan Tanggul Pulau Panggang Sepanjang 100 Meter Usai Diterjang Gelombang Tinggi

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) merampungkan perbaikan tanggul pemecah gelombang atau breakwater sepanjang 100 meter di sisi timur Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, setelah mengalami kerusakan akibat gelombang laut tinggi.

Perbaikan tanggul yang dimulai pada 28 Oktober 2026 tersebut diselesaikan pada Kamis (5/11/2026) dengan melibatkan tujuh personel.

Kepala Seksi Pengamanan dan Pengembangan Pesisir Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu Wahyu Maulana mengatakan kerusakan terjadi setelah gelombang tinggi menghantam konstruksi tanggul pada akhir Oktober.

“Kerusakan tanggul terjadi akibat gelombang laut tinggi pada akhir Oktober, dan kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kubus masif penyusun tanggul bergeser hingga roboh,” kata Wahyu di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Gelombang Tinggi Sebabkan Kubus Tanggul Bergeser dan Roboh

Wahyu menjelaskan bahwa tanggul pemecah gelombang di sisi timur Pulau Panggang mengalami kerusakan pada sejumlah bagian konstruksinya.

Hantaman gelombang laut menyebabkan beberapa kubus masif yang menjadi penyusun utama tanggul bergeser dari posisi semula.

Sebagian kubus tersebut bahkan roboh sehingga memerlukan penanganan untuk mengembalikan fungsi perlindungan pantai.

Sudin SDA Kepulauan Seribu kemudian mengerahkan tujuh personel untuk melakukan perbaikan secara bertahap sejak 28 Oktober 2026.

Pekerjaan difokuskan pada bagian tanggul yang mengalami kerusakan sepanjang 100 meter.

Seluruh proses perbaikan berhasil diselesaikan pada Kamis (5/11/2026).

Petugas Susun Ulang Kubus dan Perkuat Konstruksi Tanggul

Dalam proses perbaikan, petugas terlebih dahulu menyusun kembali kubus masif yang bergeser dan roboh akibat gelombang tinggi.

Setelah posisi kubus diperbaiki, petugas memasang tali pengikat khusus untuk memperkuat hubungan antarbagian konstruksi.

Penguatan tersebut dilakukan agar tanggul lebih kokoh ketika kembali menghadapi hantaman gelombang laut.

Menurut Wahyu, keberadaan tanggul pemecah gelombang memiliki fungsi penting dalam mengurangi energi gelombang yang mencapai kawasan pesisir.

Infrastruktur tersebut juga berperan melindungi garis pantai dari pengikisan atau abrasi.

Selain itu, tanggul menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi permukiman masyarakat yang berada di kawasan pesisir Pulau Panggang.

Sudin SDA Perkuat Perlindungan Pesisir Melalui Penanaman Mangrove

Wahyu mengatakan pemeliharaan tanggul merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan kawasan pesisir Kepulauan Seribu.

Selain memperbaiki infrastruktur fisik, Sudin SDA juga menjalankan langkah perlindungan lingkungan melalui penanaman mangrove.

Tanaman mangrove diharapkan dapat membantu memperkuat perlindungan alami kawasan pantai terhadap pengaruh gelombang dan abrasi.

“Perbaikan ini bagian dari pemeliharaan infrastruktur pesisir. Kami juga terus menggencarkan penanaman mangrove sebagai upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir secara alami,” ujar Wahyu.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung perlindungan pesisir melalui pemeliharaan konstruksi tanggul dan penguatan ekosistem pantai.

Lurah Pulau Panggang Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Tanggul

Lurah Pulau Panggang Jamaluddin mengatakan tanggul pemecah gelombang di sisi timur pulau merupakan salah satu infrastruktur penting bagi keselamatan permukiman warga.

Menurutnya, tanggul tersebut berfungsi mengurangi ancaman abrasi serta limpasan air laut saat terjadi pasang atau rob.

Ia mengapresiasi penanganan kerusakan yang dilakukan Sudin SDA Kepulauan Seribu setelah kawasan tersebut mengalami kondisi angin kencang.

Jamaluddin juga mengingatkan masyarakat untuk ikut mengawasi kondisi infrastruktur pengaman pantai di sekitar permukiman.

“Respons cepat ini memberi rasa aman bagi masyarakat pesisir, terutama di tengah kondisi angin kencang beberapa hari lalu. Kami juga mengingatkan warga segera melapor jika menemukan kerusakan infrastruktur pengaman pantai,” tutur Jamaluddin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEI Kaji Metodologi Baru Saham HSC, Jumlah Emiten Berpotensi Berubah
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Persib Lolos 16 Besar ACL 2, Ferry Paulus: Bukti Sepak Bola Indonesia Sudah Jauh Meningkat
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
5 Lapangan Padel di Jakarta Selatan dengan Fasilitas Lengkap
• 57 menit lalukumparan.com
thumb
Cara Abaikan Buzer ala #CuekinBuzzer Windah Basudara: Jangan Berdebat
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terungkap Bayaran Pendemo Ruben Onsu di Depan Stasiun TV, Bocoran Isi Chat ini Jadi Buktinya
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.