JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan pemantauan terkait bentrokan yang terjadi saat acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengungkap fakta dan mendalami kronologi peristiwa.
"Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan guna mendalami kronologi peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian," ujar Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, Jumat (6/11/2026).
Selain melakukan pemantauan, Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan berbasis scientific crime investigation. Polisi juga diminta melakukan autopsi terhadap korban meninggal dunia serta memeriksa korban luka lainnya.
"Memeriksa terduga pelaku serta memberikan akses keadilan bagi korban agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari," lanjut Anis.
Baca Juga:Tragis! Nenek 74 Tahun di Tulungagung Tewas saat Bakar Daun Jati KeringKomnas HAM turut mendesak pemerintah segera menyelesaikan akar permasalahan dan mengantisipasi potensi eskalasi konflik sosial.
"Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi," tuturnya.
Selain itu, Komnas HAM meminta pemerintah memastikan para korban luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Pemerintah juga diminta menjamin pemulihan hak-hak korban dan keluarga secara komprehensif.
"Mendesak pemerintah untuk memastikan agar para korban luka segera mendapatkan penanganan medis yang maksimal, serta menjamin upaya pemulihan hak-hak korban dan keluarganya secara komprehensif," beber Anis.
Komnas HAM juga meminta seluruh pihak menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif dan transparan.
"Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia," pungkasnya.
Baca Juga:Kondisi 4 Korban Ledakan Pakuwon City Surabaya, Luka Bakar hingga 18 PersenSebelumnya, bentrokan antara personel TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dan warga terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut diduga dipicu penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI-Polri telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam.
Menurut keterangan TNI AD, aparat kemudian melakukan pengamanan secara bertahap dengan melepaskan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.
Bentrokan tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan belasan warga lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.
#nasional




