Eks Kapolri Listyo Sigit Cs Jadi Tersangka, Kepala BIN Sebut Kasus Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto mendapat perhatian serius dari Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.

Dia bahkan menilai tindakan tersebut sudah mengarah pada dugaan makar, bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Pernyataan itu disampaikan Herindra saat berada di Istana Kepresidenan, Jakarta Jumat (6/11/26).

Baca Juga :
Pesan Istana ke Tim Khusus Usut Kasus Penyadapan Prabowo: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi!
PKB dan Demokrat Kecam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Cak Imin Sebut Kurang Ajar dan AHY Nyatakan Ancaman

Saat ditanya wartawan mengenai kasus penyadapan yang menyeret sejumlah petinggi Polri, Herindra memberikan penilaian tegas.

"Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal dan mengarah ke tindakan yang makar. Itu saja," ujarnya.

Meski melontarkan penilaian tersebut, Herindra tidak menguraikan lebih jauh alasan maupun dasar yang membuatnya menyebut dugaan penyadapan itu mengarah pada tindakan makar.

Kedatangan Herindra ke Istana sendiri untuk menyampaikan sejumlah laporan kepada Presiden Prabowo. Namun, dia tidak merinci isi laporan yang hendak disampaikan kepada kepala negara.

"Saya harus ada yang dilaporkan ke presiden," kata Herindra.

Dalam kasus ini, Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP); Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso (EH); dan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN).

Dalam perkembangan kasus ini, Bareskrim juga menetapkan mantan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri, Irjen Pol Slamet Uliandi (SU), sebagai tersangka baru.

Slamet disebut memiliki peran sebagai pembina MC Bareskrim Polri dan pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Monitoring Bareskrim Polri pada periode 2010-2019.

Baca Juga :
Prabowo Mau Bangun Museum Agung Nasional di Monas: Jadi Pusat Sejarah, Pendidikan dan Hiburan
Mahfud MD Bongkar Rahasia 2021: Listyo Sigit Ternyata Tidak Masuk 3 Besar Calon Kapolri, tapi Jokowi Tetap Memilihnya
Pesan Ariyo Windutomo Usai Jadi Plt Kepala KSP Gantikan Listyo Sigit, Singgung Soal Integritas dan Kesetiaan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinergi Kemensos-KPAI Pastikan Perlindungan Siswa Sekolah Rakyat
• 9 jam laludisway.id
thumb
Jaecoo J5 EV Kecelakaan di Jakarta, Ini Hasil Pemeriksaan Teknis soal Roda Terlepas
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Airlangga Ungkap Kasus Penyadapan Presiden Bisa Berdampak ke Sentimen Ekonomi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota Komisi III Apresiasi Polres Mojokerto soal Kasus TPPO 21 WNA: Harus Bongkar Jaringannya
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Partai Arab-Israel Dukung Eisenkot, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.