Istana Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit TNI saat Padamkan Karhutla di Kalteng

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI AD imbas helikopter yang mereka tumpangi terjatuh dalam operasi pemadaman karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

“Kami ingin menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita yang bekerja keras, baik relawan, baik dari unsur pemerintah, dan terakhir tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” ucap Prasetyo kepada wartawan di gedung DPR, Jumat (6/11).

Prasetyo juga menyebut, Istana akan memberikan perhatian untuk keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, hal itu adalah arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta untuk memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah marabahaya yang membutuhkan pengorbanan,” tambah Prasetyo.

Dia pun menyampaikan terima kasih kepada para relawan yang masih terus berupaya memadamkan karhutla. Ia meminta doa publik untuk keselamatan mereka.

“Dan kami juga terima kasih, kami memonitor beberapa saudara-saudara kita ya membantu di lapangan gitu. Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerja sangat serius dan saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya dan terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing,” kata politikus Gerindra ini.

“Saudara-saudara ketahui, itu semua mengandung risiko. Oleh karena itulah mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujarnya.

Ketiga prajurit yang gugur ialah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo.

Helikopter MI-17V5 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5235 yang mereka tumpangi jatuh ketika sedang mengambil air laut untuk keperluan water bombing, yakni metode pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air ke titik kebakaran.

Terdapat delapan personel dalam helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang itu, termasuk tiga prajurit yang gugur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Ini Syarat Lengkap untuk Pendaftar
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Indodax: Bitcoin menguat indikasi positif pemulihan sentimen pasar
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
SILI GADAI Wiyung Pindah ke Lokasi Baru, Tingkatkan Kenyamanan dan Pelayanan Nasabah
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
GENTING Jangkau 1,3 Juta Keluarga, Wihaji Apresiasi Kontribusi Orang Tua Asuh Sebesar Rp96,3 Miliar
• 19 jam laludisway.id
thumb
Tunjukkan Ijazah dari SD hingga S1, Jokowi Serahkan Putusan pada Majelis Hakim
• 18 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.