Bandung, VIVA - Persib Bandung mulai memperlihatkan wajah berbeda di AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027. Bukan hanya berhasil memastikan tiket ke babak 16 besar, Maung Bandung juga menunjukkan perkembangan permainan yang membuat mereka berpeluang melangkah lebih jauh dalam kompetisi antarklub Asia tersebut.
Empat pertandingan fase grup menjadi bukti kekuatan Persib. Tim besutan Igor Tolic itu berhasil menyapu bersih kemenangan dengan koleksi 12 poin. Catatan tersebut menjadikan Persib sebagai tim pertama yang memastikan tempat di babak 16 besar.
Pencapaian ini semakin menarik karena hanya ada satu klub lain yang mampu meraih hasil sempurna dari empat pertandingan pertama, yakni Machida Zelvia asal Jepang. Keduanya sama-sama berasal dari Wilayah Timur dan belum mampu disamai klub-klub di Wilayah Barat.
Hebatnya, Persib melakukannya meski berasal dari negara dengan koefisien kompetisi terendah di antara 32 peserta fase grup ACL Two, yakni 18.653 poin.
Sebagai perbandingan, Korea Selatan memiliki koefisien 90.982 poin, Vietnam 35.038 poin, sedangkan Australia 40.240 poin. Ketiga negara tersebut memiliki perwakilan yang sudah merasakan kekalahan dari Persib.
Maung Bandung menaklukkan FC Seoul, The Cong-Viettel, serta dua kali mengalahkan Melbourne Victory, baik ketika bermain di kandang maupun saat bertandang ke Australia.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Persib bukan sekadar memanfaatkan keuntungan bermain di kandang. Mereka juga mampu membuktikan kualitas ketika menghadapi lawan dengan pengalaman dan kekuatan kompetisi yang lebih tinggi.
Permainan Persib Terus Berkembang di Tangan Igor TolicSalah satu faktor menarik dari perjalanan Persib adalah perkembangan permainan dari pertandingan ke pertandingan. Igor Tolic perlahan membangun tim dengan pendekatan yang lebih terstruktur, progresif, tetapi tetap fleksibel menyesuaikan karakter lawan.
Hal itu terlihat ketika Persib bertandang menghadapi FC Seoul pada 16 September 2026. Setelah unggul cepat melalui gol Julio Cesar pada menit kelima, Maung Bandung harus bekerja keras meredam tekanan tuan rumah.
FC Seoul menguasai 60 persen penguasaan bola dan menciptakan 12 peluang. Namun, pertahanan Persib mampu menggagalkan enam peluang bersih lawan.
Meski lebih banyak bertahan, Persib tidak sepenuhnya kehilangan kemampuan menyerang. Thom Haye dan rekan-rekan tetap mampu menghasilkan lima peluang, dua di antaranya mengarah tepat ke gawang.





