PALU – Memelihara ayam petelur di pekarangan rumah dapat menjadi cara sederhana bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan. Peluang ini akan diperluas melalui program peternakan ayam mini bagi masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai 2027.
Anggota Komisi IV DPRD Sulteng, Marselinus Pasapan, mulai mematangkan persiapan program tersebut dengan meninjau salah satu peternakan di Kota Palu. Ia melihat langsung contoh kandang berkapasitas delapan ekor ayam yang akan dijadikan model bantuan.
Kandang tersebut bahkan dipesannya untuk dibawa pulang sebagai percontohan sebelum program diterapkan kepada masyarakat. "Setiap rumah nantinya akan mendapatkan delapan ekor ayam, kandang, dan pakan untuk kebutuhan tiga sampai empat bulan ke depan," kata Marselinus, Jumat (6/11/2026).
Program ini dirancang agar peternakan skala rumahan tidak berhenti pada pemeliharaan ayam. Marselinus juga menyiapkan integrasi dengan kolam budidaya lele dan tanaman pangan sehingga pekarangan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan telur, ikan, dan sayuran. Skema tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga serta sejalan dengan upaya penanganan stunting yang digaungkan Pemprov Sulteng.
Pelaksanaan bantuan akan menggunakan skema kelompok di setiap kelurahan. Jumlah kelompok disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar pelaksanaan program tetap fleksibel. Setiap kelompok harus dilengkapi berita acara yang disahkan penyuluh sebagai bagian dari persyaratan pelaksanaan program.
Aspek pemeliharaan juga menjadi perhatian agar bantuan yang diberikan dapat berkelanjutan. Marselinus menyiapkan tim khusus untuk mendampingi penerima bantuan, mulai dari vaksinasi, pemeriksaan kesehatan ternak, hingga pengendalian hama.
"Jadi bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi kami akan kawal terus. Kami sudah siapkan tim yang akan mengontrol setiap minggu. Ayam cukup rentan terhadap penyakit sehingga perawatannya harus diperhatikan," tutur Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu ini.




