Pantau - Kementerian Pariwisata menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan destinasi wisata menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, mulai dari penguatan wisata kuliner, pengupayaan diskon tiket layanan pariwisata, hingga pengawasan keamanan pangan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah ingin memastikan wisatawan domestik maupun mancanegara dapat menikmati liburan dengan aman, nyaman, berkesan, dan biaya yang terjangkau.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga minat masyarakat berwisata sekaligus meningkatkan peluang kunjungan ulang ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.
"Kementerian Pariwisata, ingin memastikan dalam libur Natal dan tahun baru nanti wisatawan mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan dengan biaya yang terjangkau sehingga minat untuk kembali berwisata terjaga," kata Widiyanti dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Kementerian Pariwisata Upayakan Diskon Tiket dan Peningkatan Layanan WisataWidiyanti menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengupayakan berbagai bentuk peningkatan layanan untuk menyambut pergerakan wisatawan selama libur akhir tahun.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengupayakan penawaran diskon tiket untuk layanan yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung keterjangkauan biaya perjalanan dan aktivitas wisata bagi masyarakat.
Selain itu, Kementerian Pariwisata mendukung peningkatan kualitas pelayanan wisata kuliner atau gastronomi di berbagai daerah tujuan wisata.
Pemerintah juga menyelenggarakan kegiatan perjalanan pengenalan sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Indonesia.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap berbagai pilihan tujuan wisata kepada calon wisatawan.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Kementerian Pariwisata ingin meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung selama menikmati liburan Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah Gandeng BPOM Awasi Keamanan Makanan di Desa WisataSelain meningkatkan layanan pariwisata, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan BPOM untuk memastikan keamanan produk pangan yang ditawarkan kepada wisatawan.
Kerja sama tersebut secara khusus mencakup pengawasan keamanan produk makanan di desa-desa wisata.
Langkah ini dilakukan agar wisatawan dapat menikmati produk kuliner setempat dengan lebih aman dan nyaman.
Pengawasan keamanan pangan menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan wisata, khususnya pada sektor kuliner.
Pemerintah menilai kualitas pengalaman berwisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh pelayanan yang diterima pengunjung selama berada di lokasi wisata.
Karena itu, peningkatan layanan gastronomi dan keamanan makanan menjadi bagian dari persiapan sektor pariwisata menghadapi libur akhir tahun.
Pengalaman Wisata yang Berkesan Diharapkan Dorong Kunjungan UlangWidiyanti menegaskan bahwa pemerintah berupaya menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan agar pengunjung tertarik kembali mengunjungi destinasi wisata Indonesia.
Menurutnya, pengalaman positif selama berlibur dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan minat wisatawan.
"Ini adalah salah satu bagian terpenting dari industri pariwisata karena pengalaman yang indah bagi wisatawan akan menumbuhkan minatnya untuk terus berwisata," kata Menteri Pariwisata.
Ia berharap peningkatan kualitas pelayanan dapat mendorong wisatawan untuk kembali berlibur ke berbagai daerah tujuan wisata.
Kunjungan ulang wisatawan juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Aktivitas pariwisata berkaitan dengan berbagai layanan yang disediakan masyarakat setempat, termasuk kuliner dan kegiatan wisata.
Oleh karena itu, pemerintah menempatkan kenyamanan dan kepuasan pengunjung sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
Pemerintah Targetkan 17,6 Juta Kunjungan Wisatawan Asing pada 2026Peningkatan pelayanan menjelang libur Natal dan Tahun Baru juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung pencapaian target pariwisata nasional sepanjang 2026.
Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan selama tahun ini.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara ditargetkan mencapai 1,18 miliar perjalanan sepanjang 2026.
Target tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam mendorong aktivitas pariwisata domestik maupun internasional.
Menjelang periode libur akhir tahun, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan agar wisatawan dapat menikmati berbagai destinasi dengan biaya terjangkau dan pengalaman yang memuaskan.
Kementerian Pariwisata berharap langkah tersebut dapat menjaga minat kunjungan wisatawan sekaligus memperbesar manfaat ekonomi sektor pariwisata bagi masyarakat di daerah tujuan wisata.




