SEMARANG, KOMPAS — Seorang bocah kelas IV SD asal Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah menderita luka diduga akibat tertembak saat bermain di sekitar Kompleks Rumah Susun Brimob Batalyon A Kaliwungu, Senin (2/11/2026) malam. Polisi masih menyelidiki asal-usul logam yang bersarang di tubuhnya.
Kepala Kepolisian Resor Kendal Ajun Komisioner Besar Ratna Quratul Ainy mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban berinisial MTAI (11) sedang bermain bersama temannya di lapangan sekitar Rusun Brimob. Kala itu, di lapangan tersebut dalam kondisi ramai karena sedang ada pasar malam.
Saat sedang bermain, tiba-tiba MTAI merasakan sakit di punggungnya. Kemudian, temannya mengecek dan menemukan adanya darah di sekitar ketiak kanan MTAI. Informasi itu lantas disampaikan ke orang-orang yang ada di pasar malam, kemudian salah satu dari mereka melapor ke petugas jaga di Rusun Brimob.
"Setelah diperiksa ternyata punggungnya ada luka. Kemudian dibawalah anak itu ke Rumah Sakit Muhammadiyah Darul Istiqomah. Di sana dilakukan pemeriksaan dan harus dirujuk ke RS Islam Sultan Agung Semarang," kata Ratna saat dihubungi Jumat (6/11/2026).
Dalam pemeriksaan di RS Muhammadiyah DI, diketahui adanya benda yang bersarang di dada MTAI. Sehingga, pihak rumah sakit merujuk MTAI ke RSI Sultan Agung pada Selasa (3/11/2026).
Pada Rabu (4/11/2026), operasi dilakukan untuk mengambil benda yang ternyata merupakan logam silver dengan diameter sekitar 4,5 milimeter. Kemudian, benda itu dikirim ke Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jateng untuk didalami asal-usulnya.
Ratna menyebut, pihaknya belum bisa memastikan apakah MTAI tertembak. Menurut dia, hal itu masih didalami. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, seperti MTAI, temannya, warga yang saat kejadian berada di Pasar Malam dan petugas jaga Rusun Brimob.
"Dari dua anak ini keterangannya berbeda karena kebetulan di situ ada musiknya ramai. Kalau ada bunyi ledakan pasti orang yang ada di situ kaget dong, pasti berhamburan mencari sumber suara. Tapi, di situ mereka tenang-tenang saja," ucap Ratna.
Menurut Ratna, penjaga Rusun Brimob juga mengaku hanya mendengar suara musik, tidak mendengar suara lain. Namun, anak yang bersama MTAI mengaku mendengar suara seperti angin sebelum MTAI mengeluhkan sakit.
Selama ini, MTAI bersama temannya sering bermain di sekitar Rusun Brimob tersebut. Namun, baru kali ini mereka mengalami kejadian seperti itu.
Setelah menjalani operasi, kondisi MTAI disebut Ratna membaik. Pada Jumat siang, MTAI sudah diizinkan pulang ke rumah.
Sementara itu, Mujiono (50), paman MTAI mengatakan, keluarga awalnya mendapat informasi bahwa MTAI dibawa ke rumah sakit karena tersangkut kawat. Namun, keluarga terkejut setelah mengetahui hasil rontgen yang menunjukkan adanya benda diduga peluru bersarang di dada MTAI.
"Pelurunya itu sudah masuk sampai mau ke jantung. Makanya, dari pihak rumah sakit di Kendal enggak berani operasi, terus dirujuk ke Semarang," ujar Mujiono.
Mujiono berharap, kasus yang menimpa keponakannya bisa diusut tuntas. Asal-usul benda diduga peluru hingga pelaku yang menyebabkan keponakannya terluka bisa segera diungkap.
"Dari keluarga menyayangkan hal ini. Kalau memang itu peluru, ya harus bertanggungjawab," kata Mujiono.





