KPK Sebut Bobby Rasyidin Kooperatif Serahkan Uang

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin disebut kooperatif menyerahkan uang Rp2 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bobby disebut mengembalikan atau menyerahkan uang tersebut ke lembaga antirasuah setelah mengetahui bahwa uang itu berkaitan dengan perkara dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tahun 2018–2023.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pasca penyerahan uang oleh Bobby, penyidik melakukan penyitaan. Menurut Budi, penyitaan itu terjadi pada Agustus 2025.

BACA JUGA: KPK Periksa Tiga Pejabat Kantah Bogor dan Direksi Summarecon

"Penyitaan itu sudah dilakukan sejak Agustus 2025. Jadi kami luruskan, penyitaan ini bukan dilakukan dalam waktu dekat ini ya, tapi penyitaan sudah dilakukan di tahun lalu," kata Budi kepada wartawan, Jumat (6/11).

Penyerahan uang itu dinilai lembaga antirasuah membantu proses pengungkapan perkara dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU di PT Pertamina tahun 2018–2023. Pasca penyitaan, kata Budi, penyidik kemudian melakukan pendalaman dan analisis.

BACA JUGA: 3 Berita Artis Terheboh: Amanda Bantah Pensiun, Ahmad Dhani bakal diperiksa KPK?

"Artinya Saudara BR ini secara kooperatif kemudian mengembalikan atau menyerahkan uang tersebut begitu mengetahui bahwa uang ini ada (keterkaitan) dugaan dengan perkara, karena dalam keterangannya yang bersangkutan tidak mengetahui sumber dananya," ucap Budi.

Penyidik juga telah meminta klarifikasi dari Bobby pada 28 Agustus 2025. Adapun dugaan penerimaan uang yang bersumber dari Elvizar selaku pemilik PT Pasifik Cipta Solusi (PCS) terjadi saat Bobby berstatus pihak swasta. Sehingga, kata Budi, penyitaan uang tak terkait dengan posisi Bobby selaku Dirut PT KAI dan berkarier di PT LEN.

BACA JUGA: Nusron Wahid Akhirnya Datangi KPK Seusai Dua Kali Mangkir

"Benar. Jadi kami sekaligus meluruskan beberapa informasi yang beredar di media bahwa penyitaan terhadap Saudara BR ini bukan kapasitas yang bersangkutan sebagai Dirut PT KAI karena memang tempus perkaranya sudah lama 2018 sampai 2023 dengan sprindik tahun 2024," kata Budi.

Terpisah, Bobby mengaku kaget dan sedih atas kabar yang beredar pada hari ini mengenai penyitaan uang oleh KPK. Padahal, kata Bobby, dirinya sedang melakukan inspeksi di Yogyakarta guna memastikan keselamatan perlintasan.

"Hari ini saya berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi guna memastikan keselamatan di perlintasan sebidang. Kami terus mengupayakan langkah terbaik menuju zero accident, khususnya dalam menyambut Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sesuai arahan Bapak Presiden. Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," ucap Bobby dalam keterangan resminya.

Diketahui, tiga pihak telah dijerat KPK dalam kasus ini, yakni Dian Rachmawan selaku Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom periode 2017–2019, Weriza selaku Senior General Manager Strategic Sourcing Operation Procurement PT Telkom periode 2012–2020, dan Elvizar selaku pemilik PT Pasifik Cipta Solusi (PCS) sekaligus mantan pegawai PT Telkom. Ketiganya telah ditahan di Rutan KPK pada Selasa (4/8).

Dalam pengusutan yang berjalan, KPK telah memeriksa sejumlah petinggi dari PT Telkom, PT Pertamina, serta pihak swasta lainnya. Di antaranya, Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom periode 2017–2019, Dian Rachmawan; SGM SSO Procurement PT Telkom Indonesia periode 2012–2020, Weriza; GM Procurement PT Pins Indonesia tahun 2017–2018, Revi Guspa; dan Direktur Operasi PT PINS Indonesia 2018–2020, Imam Santoso. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perkuat Komitmen Anti-Korupsi, BGN Rekrut 2 Pejabat KPK


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nikita Mirzani Gencar Suarakan Soal Karhutla Meski Tengah Mendekam di Penjara, Unggahannya Tuai Sorotan
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Rekrutmen CPNS 2026 Dibuka November, Berikut Persiapan dan Tahapan Seleksinya
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Jokowi Ungkap Alasan Nama Mulyono Diganti Jadi Joko Widodo di Hadapan Pengacara Roy Suryo
• 23 jam laludisway.id
thumb
Jokowi Akui Tersinggung dengan dr. Tifa, Ini yang Membuatnya Marah
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
BKPM: Indonesia himpun komitmen investasi Rp6,3 triliun di IIF 2026
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.