HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persib Bandung menghadapi tantangan besar sepanjang Oktober hingga Desember 2026. Ambisi bersaing di kompetisi Asia membuat Maung Bandung harus menjalani jadwal pertandingan yang sangat padat, bahkan disebut lebih sibuk dibandingkan dua klub elite Inggris, Manchester City dan Liverpool.
Tim asuhan Igor Tolic itu harus membagi konsentrasi di tiga kompetisi sekaligus, yakni Super League 2026/2027, AFC Champions League Two (ACL Two), dan ASEAN Club Championship.
Kondisi tersebut memaksa Persib mengatur strategi secara cermat. Bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga menjaga kebugaran pemain agar tetap mampu tampil kompetitif di tengah jadwal pertandingan yang beruntun.
Jika dihitung sejak November hingga Desember, Persib diperkirakan harus menjalani hingga 22 pertandingan. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Manchester City dan Liverpool yang masing-masing dijadwalkan memainkan sekitar 20 pertandingan pada periode yang sama.
Padahal, kedua klub Inggris tersebut juga tampil di tiga kompetisi berbeda. Manchester City dan Liverpool harus membagi fokus antara Premier League, Piala Liga Inggris, dan Liga Champions.
Kepadatan jadwal klub-klub Inggris biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Periode Boxing Day hingga pergantian tahun membuat mereka harus menjalani pertandingan dalam jarak waktu relatif singkat.
Namun, Persib memiliki tantangan tambahan karena harus menjalani pertandingan sejak Oktober. Aktivitas di kompetisi domestik dan Asia membuat kalender pertandingan Maung Bandung semakin sesak.
Tiga Pertandingan dalam Delapan Hari
Persib bahkan sempat menjalani tiga pertandingan Super League hanya dalam rentang delapan hari. Beckham Putra dan kawan-kawan menghadapi Persik Kediri pada Minggu (18/10), Madura United pada Kamis (22/10), dan Garudayaksa pada Minggu (25/10).
Jadwal padat itu belum berakhir. Persib kemudian harus menjamu Melbourne Victory dalam pertandingan ACL Two pada Rabu (28/10).
Hanya berselang beberapa hari, Maung Bandung kembali bertanding menghadapi Isenmulang FC pada Minggu (1/11).
Setelah meraih kemenangan dengan mencetak empat gol ke gawang Isenmulang FC, para pemain Persib harus kembali melakukan perjalanan ke Australia. Mereka dijadwalkan menghadapi Melbourne Victory di kandangnya hanya tiga hari setelah pertandingan tersebut.
Rangkaian pertandingan dan perjalanan lintas negara itu menjadi ujian tersendiri bagi kebugaran skuad. Waktu pemulihan yang terbatas membuat tim pelatih harus mempertimbangkan rotasi pemain agar performa tim tetap terjaga.
Igor Tolic Putar Otak Jaga Konsistensi Persib
Di tengah padatnya agenda pertandingan, kemampuan Igor Tolic mengatur strategi menjadi salah satu faktor penting bagi Persib.
Pelatih asal Kroasia tersebut dituntut mampu menyesuaikan skema permainan sesuai kebutuhan pertandingan. Rotasi dan perubahan komposisi pemain juga diperlukan agar para pemain tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Tolic menunjukkan fleksibilitas taktik ketika Persib menghadapi Melbourne Victory. Ia melakukan perubahan formasi setelah timnya membutuhkan gol untuk mengejar hasil pertandingan.
“Ketika kamu tertinggal, kami harus mengubah skema karena kami butuh hasil imbang atau menang. Kami menarik keluar satu bek tengah (Julio Cesar) dan beralih ke formasi empat bek yang merupakan struktur reguler kami,” jelas Tolic usai pertandingan melawan Melbourne Victory.
Ia juga menjelaskan bagaimana Persib memanfaatkan lebar lapangan untuk membangun serangan. Ragnar Oratmangoen kemudian dimainkan lebih ke tengah untuk memberikan opsi tambahan di lini depan.
“Kami mengeksploitasi lebar lapangan lewat pemain-pemain sayap kami. Lalu Ragnar (Oratmangoen) masuk sebagai pemain nomor 10, menjadi penyerang tambahan yang bisa menerima bola di antara lini pertahanan dan menciptakan peluang,” lanjutnya.
Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana Tolic berusaha mencari solusi taktis di tengah pertandingan. Fleksibilitas seperti ini dibutuhkan ketika Persib harus menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda di tiga kompetisi.
November Jadi Ujian Berikutnya
Memasuki November 2026, tantangan Persib belum berakhir. Maung Bandung dijadwalkan memainkan lima pertandingan dari tiga kompetisi berbeda, yakni Super League, ASEAN Club Championship, dan ACL Two.
Laga terdekat adalah menghadapi Java United di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (8/11).
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda yang harus dijalani Persib sebelum kembali melanjutkan perjuangan di kompetisi Asia.
Dengan jadwal yang begitu padat, Tolic tidak hanya dituntut menjaga kualitas permainan, tetapi juga memastikan seluruh pemain tetap berada dalam kondisi prima.
Persib memang memiliki ambisi besar di kompetisi Asia. Namun, perjalanan di tiga kompetisi sekaligus menuntut pengelolaan skuad yang matang. Jika gagal mengatur kebugaran dan rotasi, padatnya pertandingan berpotensi menjadi hambatan bagi Maung Bandung dalam menjaga konsistensi sepanjang musim.





